Asing Bisa Kuasai Penuh 25 Usaha Baru, KEMI : Industri UKM Potensial Orientasi Eksport Bisa Lari Ke Asing

Asing Bisa Kuasai Penuh 25 Usaha Baru, KEMI : Industri UKM Potensial Orientasi Eksport Bisa Lari Ke Asing
Ketua Umum Komunitas Ekspor Muda Indonesia , Kustanto berceramah didepan pengusaha UMKM, di Kalimantan Tengah

loading…


KEMI sangat khawatir Industri UKM yang produknya orientasi Eksport akan mereka kuasai.Dan mereka pasti menang

Jakarta ,Zonasatu News –Dibukanya 25 jenis usaha baru yang memperbolehkan asing menguasai 100% sahamnya, meresahkan kalangan pelaku usaha khususnya UMKM.

Setelah HIPMI merasa keberatan dan minta Pemerintah mempertimbangkan lagi kebijakan itu,  kini Komunitas Ekspor Muda Indonesia (KEMI), memandang kebijakan itu merugikan anggotanya.

Ketua Umum KEMI, Kustanto kepada Zonasatu News, Selasa (20/11) menyatakan khawatir industri UKM yang produknya orientasi eksport akan dikuasai asing.

“Dan kami KEMI sangat khawatir Industri UKM yang produknya orientasi Eksport akan mereka kuasai.Dan mereka pasti menang.Mengingat mereka sudah lebih awal kuasai pasarnya”, kata Kustanto.

Kustanto lantas mencontohkan yang terjadi pada usaha briket milik anggotanya.

“Dan ini sudah terjadi di usaha briket. Buyer kami stop beli dari kami. Karena mereka sudah buat pabrik sendiri disini (Indonesia,red)”, jelasnya.

Contoh lain Industri wood pellets. Ini luar biasa marketnya. Permintaannya sangat besar untuk pasar Korea dan Jepang.

“Indonesia punya raw material sangat besar. Jika Korea dan jepang investasi di sini, maka industri wood pellets lokal jelas kehilangan pasar, jika Korea dan Jepang semakin banyak memproduksi sendiri di dalam negeri”, lanjutnya.

Menurutnya dampak terbesar liberalisasi UKM adalah pengangguran besar-besaran dan hilangnya kesempatan distribusi merata ekonomi. Karena UKM adalah penyerap lapangan kerja terbesar selama ini

Kustanto berpendapat 25 bidang usaha tersebut jangan dikeluarkan daftarnya dulu. Asing boleh masuk, tapi perannya adalah melakukan investasi ke usaha yang sudah jalan dan sedang membutuhkan modal.

“Sistem bagi hasil. Jadi usaha tetap milik UKM Indonesia. Bukan 100% kepemilikan ada ditangan asing”, tegasnya.

Saat ini banyak industri menengah besar dikuasai asing.
Jika ditambah lagi kebijakan tersebut, lama-lama UMKM akan tersingkir.

“Saya berharap Pemerintah membuat kebijakan yang pro UKM, mengarahkan investasi masuk ke Bisnis UKM yang sudah ada tersebut”, pungkasnya.

loading…


http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2018/12/pie-mbak-mia-e1544801707569.jpg

loading…



Tags: ,
banner 468x60