KEMI Kerjasama Dengan Organisasi PUM Belanda Tingkatkan Ekspor UMKM Indonesia

KEMI Kerjasama Dengan Organisasi PUM Belanda Tingkatkan Ekspor UMKM Indonesia

loading…


KEMI Dan PUM sama sama organisasi non profit yang memiliki fungsi yg sama, yaitu Pengembangan Ekonomi usaha kecil untuk lebih growth”

Surabaya, Zonasatu News –Komunitas Ekspor Muda Indonesia (KEMI) hari ini, Kamis (18/10) mengadakan pertemuan dengan organisasi PUM Belanda. Pertemuan berlangsung di Hotel MidTown Surabaya.

Ketua KEMI Kustanto kepada Zonasatu News menyatakan, pertemuan KEMI dan Mr Joost Country Coordinator PUM Belanda terkait sinergi KEMI dan PUM untuk pengelolaan produk produk KEMI untuk lebih cepat mensupport go Eksport .

“Sinergi Ini nanti akan menghasilkan program berbasis pengembangan dan inovasi produk member KEMI berbasis klusterisasi produk anggota”, Kata Kustanto.

Ada beberapa produk yang KEMI akan jadi unggulan dalam program Ini, yakni bee pollen, madu, batik, olahan logam, charcoal (arang), craft, dan beberapa produk potensial lainnya .

Dalam pertemuan tadi, Mr Joost menjelaskan bahwa KEMI Dan PUM sama sama organisasi non profit yang memiliki fungsi yg sama, yaitu Pengembangan Ekonomi usaha kecil untuk lebih growth. Dan menjadi lebih besar lagi sehingga bisa memberikan kesempatan lapangan kerja ke masyarakat .

Sedang bagi KEMI sendiri,kehadiran PUM di dharapkan menjadi salah satu energi besar bagi KEMI untuk lebih memperkuat lagi program coaching dan transfer pengalaman dan knowlegde dari para expert (pakar ) PUM yang sangat berpengalaman dibidangnya masing masing dlm skala bisnis global .

“PUM akan melengkapi para Dewan Pakar KEMI yang sudah ada saat Ini untuk terus berbagi manfaat untuk pelaku usaha Indonesia ,khususnya KEMI”, tegas Kustanto

Kerjasama dengan BUMDes 

Untuk menunjang itu Kustanto menyatakan akan membuat diklat dan workshop pengelolaan usaha  berbasis potensi  desa.

“Tanggal 10 November 2018 kita rencana diklat dan workshop pengelolaan usaha berbasis potensi desa untuk para pegiat BUMDes yang memiliki keinginan untuk maju Dan berkembang menuju pasar Eksport”, jelasnya.

Pertemuan KEMI dengan Kepala Bappeda Mojokerto, Hariyono Kamis (18/10). Bappeda menyambut baik rencana sinegi KEMI dengan BUMDes

Kegiatan Ini dilaksanakan sebagaibbentuk edukasi dan upaya pembentukan mindset pelaku usaha BUMDes agar memiliki visi penguatan Ekonomi Desa berbasis pasar Eksport.

Terpisah hari ini KEMI Mojokerto mengadakan pertemuan dengan Kepala Bappeda untuk menjajagi kemungkinan kerjasama  dengan BUMDes Kabupaten Mojokerto.

Kepala Bappeda Mojokerto Hariyono menyambut baik rencana sinergi KEMI dengan BUMDes.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap upaya teman-teman KEMI untuk memberdayakan BUMDES bisa berkiprah di ajang eksport Indonesia. Ini betul-betul merupakan terobosan baru karena potensi desa saat ini luar biasa, tetapi belum ada yang menginisiasi agar barang-barang yang ada di desa khususnya di Kabupaten Mojokerto mampu bersaing di pasar internasional”, kata Hariyono.

Hariyono juga menyadari, tentunya perlu kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak utk mewujudkan mimpi ini.

“Yg menarik lagi dengan upaya KEMI ini masyarakat terutama anak-anak muda mulai dikenalkan bagaimana kegiatan perdagangan internasional yang sebenarnya”, jelasnya. Semoga sukses utk Komunitas Eksportir Muda Indonesia ( KEMI )….. Selamat membangun Indonesia lewat pintu DESA”, jelasnya Haryono lewat pesan singkat WhatApp ke Zonasatu News.

Selanjutnya Ketua Umum Kustanto menegaskan, KEMI mendorong warga di desa untuk mengoptimalkan potensi Desa yang sudah ada untuk dikelola sesuai kebutuhan pasar lokal maupun Internasional

Konsep yang kita usung disini adalah :

1. Sumber bahan baku berasal dari potensi desa itu sendiri
Misal, potensi Desa adl singkong.Maka singkong bisa  diolah jadi mocaf atau olahan berbasis bahan baku mocaf yang produk jadi nya disesuaikan dng kebutuhan pasar NTE (negara tujuan ekspor)

Jd , hasil produksi singkong petani Desa tersebut ,sudah ditampung oleh BUMDes tadi. Jadi tidak  perlu mendatangkan dari luar Desa

2. BUMDes Ini di tentukan pilihan jenis usaha nya yang memiliki daya serap tenaga kerja cukup besar, yang melibatkan semi padat karya, kombinasi mesin produksi Dan tenaga manusia Tenaga kerja juga berasal dari warga desa tsb

3. BUMDes go Eksport di pilih dari desa yang potensi bahan baku melimpah dan memiliki SDM yang siap diajak go Eksport .Mengingat cukup besar Desa yg memiliki keterbatasan dalam menentukam visi BUMDes nya .

loading…


loading…



Tags: , , ,
banner 468x60