Pengakuan Jujur Sri Mulyani (3): Dukung Rencana Prabowo Bangun Infrastruktur Tanpa Utang

Pengakuan Jujur Sri Mulyani (3): Dukung Rencana Prabowo Bangun Infrastruktur Tanpa Utang

loading…


“Poin saya itu ide yang baik, kita hargai dan itu menimbulkan banyak sekali kemungkinan financing yang memang kebutuhan kita” (Sri Mulyani )

Jakarta – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan dia dan pasangannya Prabowo Subianto akan tetap membangun infrastruktur bila terpilih nanti. Tapi bedanya dengan pemerintah saat ini, dia berjanji tidak akan berutang.

Menanggapi itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mendukung hal tersebut jika memang benar diterapkan. Sebab, kebijakan tersebut membuat perekonomian dan keuangan Indonesia dipandang sehat.

“Yang pertama kita hargai ya bahwa concern mengenai utang itu selalu disampaikan, karena itu menjamin bahwa Indonesia ingin kita semua memiliki perekonomian dan keuangan negara yang sehat, di mana utang semakin kecil. Itu saya sangat menghargai sekali,” kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Sri Mulyani menceritakan, komitmen pemerintahan kabinet kerja dalam mengurangi utang pun sudah mulai dilakukan dan hasilnya bisa dilihat dari defisit APBN yang lebih kecil dari target.

Defisit anggaran biasanya kekurangan anggaran yang dibiayai oleh utang karena pendapatan lebih kecil dibandingkan anggaran belanja pemerintah.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan outlook realisasi APBN 2018 untuk defisit anggaran akan berada di level 1,86% dari target yang ditetapkan sebesar 2,19%. Itu artinya dana utang untuk menutupi semakin sedikit.

Dengan adanya wacana calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 yang ingin membangun infrastruktur tanpa utang pun, kata Sri Mulyani, menandakan bahwa seluruh kontestan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 memiliki agenda dan gagasan yang baik untuk perekonomian ke depan.

“Kalau Pak Prabowo sebagai kontenstan juga memiliki komitmen seperti itu maka akan meningkatkan confident terhadap ekonomi Indonesia, karena dalam hal ini Indonesia memiliki kandidat-kandidat presiden yang menginginkan APBN nya sehat dan akuntabel,” jelas dia.

“Poin saya itu ide yang baik, kita hargai dan itu menimbulkan banyak sekali kemungkinan financing yang memang kebutuhan kita,” sambung dia.(detikFinance)

loading…



banner 468x60