Sambut Era Energi Bersih, CENITS Gelar Round Table Discussion Di Surabaya

Sambut Era Energi Bersih, CENITS Gelar Round Table Discussion Di Surabaya
Round Table Discusion yang digelar oleh CENITS di Nur Pacific Restaurant Surabaya, Sabtu 10 Agustus 2019

Surabaya, Zonasatu News — Pembangunan transportasi sesuai dengan Sustainable Cities and Communities merupakan langkah penting guna meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu energi ramah lingkungan. Menyikapi hal ini, CENITS (Centre for Energy and Innovation Technology Studies) bersama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Pengurus Wilayah (PW) Jawa Timur menggelar Round Table Discussion (RTD.

RTD bertema “Kesiapan Menyambut Era Energi Bersih dan Teknologi 5G pada Sektor Transportasi dan Industri”, berlangsung di Nur Pacific Restaurant Surabaya, Sabtu (10/8).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ir HM Ridwan Hisjam dan narasumber RTD yang digelar CENITS di Surabaya, Sabtu (10/8)

Founder CENITS Soni Fahruri menjelaskan, banyaknya jumlah alumni ITS yang berkiprah di bidang energi dan keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia merupakan hal yang melatarbelakangi terbentuknya CENITS.

“CENITS merupakan sebuah lembaga Think Tank yang dilaunching oleh alumni ITS pada Selasa (26/3) di Hotel Fairmont Jakarta,’ kata Soni.

Lebih lanjut alumni ITS itu menjelaskan, sebelum menyelenggarakan kegiatan RTD ini, lembaga yang mendorong optimalisasi energi terbarukan ini telah mengadakan diskusi terbatas dengan topik transportasi pada April lalu.

Kemudian, kegiatan yang diselenggarakan di Surabaya kali ini merupakan lanjutan dari diskusi tersebut. Soni mengaku, kali ini CENITS ingin memantapkan diskusi mengenai transportasi yang dilaksanakan sebelumnya, khususnya dalam hal transportasi listrik.

“Terlebih lagi, Senin (5/8) lalu telah dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai oleh Presiden Joko Widodo sebagai payung hukum Kendaraan Bermotor listrik (KBL),” paparnya.

Soni juga melihat bahwa hal ini merupakan peluang yang sangat bagus bagi industri otomotif dalam negeri di masa mendatang. Pasalnya, menurut studi dan penelitian para ahli, pada tahun 2022 mobil listrik tanpa awak (autonomous) akan menjamur di berbagai tempat di dunia.

“Di beberapa kota di Amerika Serikat bahkan saat ini sudah menggunakan teknologi ini,” ungkap Soni.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr Ir Wahid Wahyudi MT, ketua IKA ITS PW Jatim. Menurutnya pengembangan kendaraan berbahan bakar listrik atau electric vehicle (EV) saat ini harus mulai ditingkatkan. Selain karena peluangnya yang amat besar dalam industri otomotif, kontribusinya untuk menghilangkan stigma-stigma negatif EV sangat diperlukan.

Seperti kekhawatiran masyarakat akan jarak tempuhnya yang belum teruji, kebingungan mengenai bagaimana cara untuk mengisi ulang daya, dan bentuknya yang masih kalah keren jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak.

“Hal ini membuat 50 persen penduduk Indonesia yang sudah mengetahui keberadaan EV enggan untuk membelinya,” ungkap Wahid.

RTD ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Ir H M. Ridwan Hisjam, sekaligus sebagai Keynote Speaker.

Dalam kesempatan itu Ridwan menceritakan kunjungannya dua minggu ke Masdar City. Sebuah kota dengan konsep “zero carbon” , konsep transportasi yang modern dilihat dari ketersediaan autonomous EV.

Melihat hal tersebut, Ridwan berharap transportasi di Indonesia kelak juga dapat menyaingi Masdar City.

“Konsep tersebut lebih aman, ramah lingkungan dan tentu lebih nyaman,” kata Tatok, sapaan akrab Ridwan Hisjam.

Di Indonesia, kerugian dari bahan bakar yang terbuang karena kemacetan menurut hasil penelitian ssebesar 56 Triliun. Belum lagi ditambah kerugian-kerugian eksternal lain seperti dampak terhadap kesehatan dan kondisi lingkungan dengan udara tercemar dari penggunaan bahan bakar minyak.

“Tentunya hal tersebut cukup menjadi alasan mengapa penggunaan EV di Indonesia harus segera diimplementasikan,” tegas Tatok.

Ia juga mengapresiasi hasil karya dari Tim Holding Riset Mobil ITS yakni ITS Team Sapuangin serta Nogogeni ITS yang turut hadir dalam kegiatan ini.

ITS Team Sapuangin akan menampilkan Mobil Urban Sapuangin Evo 2 dan Mobil Formula Sapuangin Speed 7 yang akan berlaga pada di Formula Student Japan pada akhir bulan ini. Sedangkan untuk Nogogeni sendiri akan menampilkan mobil urban listriknya.

“Oleh sebab itu, kita dukung inovasi dari kampus dengan adanya kendaraan yang hemat energi seperti sapu angin, atau kendaraan yang berbahan bakar energi yang bersih (nogogeni, anargya). Kami berharap inovasi ini tidak hanya berhenti hanya dalam perlombaan-perlombaan, namun perlu ada langkah-langkah lebih jauh agar hasil penelitian di kampus dapat diimplementasikan,” ungkap politisi Golkar itu menutup materinya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan para penggiat energi terbarukan dari profesional, praktisi, kalangan akademisi, eksekutif Badan Usaha Miliki Negara (BUMN), dan pengamat energi di Indonesia.

Mobil Sapuangin ITS saat bertanding di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London, Inggris.

Diantaranya, Agus Cahyono Adi Kepala Pusdatin Kementrian ESDM RI, Dwi Hary Soeryadi Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) 2014-2019, Kusdi Widodo Vice President Commercial PT Pertamina Gas, Ir Wityanto dosen sekaligus Pembina Team Sapu Angin ITS, Zainal Arifin Ketua Tim Kendaraan Listrik PLN, Abdullah Masyhuri Head of solution and product system development SBU Transportation Telkom Metra, dan Joegianto Associate GM Business Development PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron).

Mobil formula bertenaga listrik Anargya ITS tampak samping

Dibawah moderator M. Akbarul Syah Alam, Vice President Business Development PT. Elnusa, diskusi fokus pada pembahasan teknologi 5G yang mulai merambah pada sektor Transportasi dan Industri. Juga, kesiapan transportasi dan industri di Indonesia dalam menyambut era energi bersih. (zs)

Penulis laporan : Syamsul A

Editor : Setyanegara 

 

 

Tags:
banner 468x60