Startup ‘Mati’, Elon Musk: Banyak Uang Dikasih ke Orang Bodoh

Startup ‘Mati’, Elon Musk: Banyak Uang Dikasih ke Orang Bodoh
Foto: Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Space X di Boca Chica, Amerika Serikat, Sabtu, 14 Mei 2022. Presiden tiba di Space X sekitar pukul 10.30 waktu setempat disambut langsung oleh Elon Musk selaku founder Space X.(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)




“Sudah terlalu lama uang diberikan ke orang-orang bodoh. Beberapa kebangkrutan perlu terjadi.” (Elon Musk)

ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA – Dunia sedang mengalami dampak invasi Rusia ke Ukraina terhadap rantai pasokan, dan ancaman resesi global bahkan terjadi. Hal tersebut merupakan masalah yang menjadi salah satu alasan banyak startup akhirnya “mati”.

Namun, Elon Musk mengaku tak terganggu sama sekali dengan rentetan masalah itu. Ia malah menyebut hal itu sebagai suatu hal yang baik.

“Ini sebenarnya hal yang baik. Sudah terlalu lama uang diberikan ke orang-orang bodoh. Beberapa kebangkrutan perlu terjadi,” kata CEO Tesla itu saat menanggapi pertanyaan pengguna Twitter, dikutip dari The Guardian, Jumat (10/6/2022).

“Semua hal tentang Covid-19, tinggal di rumah telah menipu orang untuk berpikir bahwa Anda sebenarnya tidak perlu bekerja keras,” ujarnya, seperti dikutip CNBC Indonesia.

Elon Musk mengklaim resesi baik karena perusahaan yang dengan arus kas negatif harus mati. Dengan begitu perusahaan-perusahaan itu akan berhenti menyerobot sumber daya yang seharusnya mengalir ke perusahaan sehat.

Namun, Tesla sebetulnya juga tumbuh dengan penggalangan modal US$20 miliar dari 2010 hingga 2018 sambil membukukan arus kas negatif US$9 miliar. Tahun lalu, merupakan tahun penuh pertama perusahaan menghasilkan laba.

Tesla juga bertahan karena paket stimulus yang dibuat pemerintah Amerika Serikat (AS). Misalnya pada 2009, perusahaan menerima pinjaman US$465 juta sebagai bagian dari paket stimulus federal, yang pada dasarnya untuk membayar pengembangan dan pembuatan Model S.

Selain itu Tesla juga mendapatkan keringanan pajak untuk kendaraan ramah lingkungan dan rutin membantu dirinya sendiri untuk subsidi perusahaan. Sejak Agustus lalu, perusahaan menerima insentif sekitar US$64 juta untuk pindah ke Austin Texas dan membangun pabrik baru Giga Texas.

Perusahaan Elon Musk lain juga mendapatkan manfaat dari ini. LA Times pada tahun 2015 melaporkan jumlahnya hampir US$5 miliar dalam bentuk dukungan pemerintah, termasuk SpaceX yang mendapatkan kontak US$2,89 miliar dengan NASA dan kontrak angkatan udara senilai US$653 juta.

EDITOR: REYNA







banner 468x60