Tarif Tol Trans Jawa Mahal Karena Dibiayai Swasta, Bukan APBN

Tarif Tol Trans Jawa Mahal Karena Dibiayai Swasta, Bukan APBN
Menteri Perhubungan Budi Kaarya Sumadi

Zonasatu News –Dilansir indonesiakita.co Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akhirnya angkat bicara terkait keluhan masyarakat terhadap mahalnya tarif tol, terutama di jalur trans Jawa. Hal ini menurutnya terjadi karena pembiayaan tol tersebut dilakukan oleh pihak swasta.

Iapun meminta agar warga bebas memilih, baik menggunakan tol ataupun non tol.

“Jadi begini ya, masyarakat bebas memilih, mau menggunakan tol atau tidak, ujarnya, di Palembang, Sumatera Selatan, usai menghadiri acara ‘Tayo Naik LRT’ kemarin.

Adapun biaya sejumlah tol yang ada memiliki perbedaan harga. Ia mencontohkan, jika tol yang dibiayai oleh APBN, semua kendaraan roda empat atau lebih dipersilahkan menggunakannya.

“Jalan tol yang dibiayai dari APBN bisa digunakan, sementara yang menggunakan dana swasta ada batas toleransi yang tentunya harus dihitung, dan jadi pilihan,” tambahnya.

Sebelumnya, peneliti ekonomi dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra menilai bahwa upaya pemerataan ini tidak berdampak terhadap perekonomian secara jangka pendek.

“Semua pihak meyakini bahwa infrastruktur merupakan terobosan utama Jokowi yang harus diapresiasi karena masif dan meluas hingga di luar pulau Jawa. Tapi masyarakat tentunya belum menikmati hasilnya pada jangka pendek,” ujarnya, dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Forum Tebet (Forte) di Kawasan Tebet, Senin, 28 Januari 2019, lalu.

Gede menilai, pembangunan seperti jalan tol yang dilakukan selama ini tidak disertai dengan pembangunan jalan penyuplai (feeder) yang layak. Selain itu, mahalnya tarif seperti ruas tol Trans Jawa juga nampaknya belum terlalu diminati para pengendara.

“Akhirnya yang terjadi saat ini, karena mahalnya tarif yang dikenakan, ruas Tol trans Jawa hanya ramai pada masa liburan Lebaran, Natal, dan lain-lain. Padahal, pada hari biasa cenderung sepi karena truk-truk lebih memilih melewati jalur Pantura,” tambahnya.

loading…

Tags:
banner 468x60