Undang Elon Musk Investasi Tapi Tidak Dukung Formula E, Ini Akibatnya: Nyesal Berat!

Undang Elon Musk Investasi Tapi Tidak Dukung Formula E, Ini Akibatnya: Nyesal Berat!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (keempat kiri), Ketua Formula E Jakarta Ahmad Sahroni (ketiga kiri), Chief Championship Officer Formula E Alberto Longo (kelima kiri), Ketua IMI Bambang Soesatyo (kelima kanan), dan Direktur Utama JakPro Widi Amanasto (kiri) berfoto bersama para pebalap Formula E saat Meet and Greet Pebalap Formula E di kawasan Monas, Jakarta, Kamis 2 Juni 2022. Ajang Jakarta E-Prix 2022 akan digelar pada Sabtu 4 Juli 2022. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso




Oleh: Peter F. Gontha

Akhirnya Elon Musk (Tesla) memutuskan untuk membuka kantor di Thailand.Mengapa Bukan Indonesia?

Walaupun pemerintah Indonesia tampak lebih agresif mengundang Elon Musk untuk berinvestasi di Indonesia, nyatanya dia ke Thailand.

Elon memiliki pertimbangan lain yang baginya lebih penting, dan memiliki ketajaman visi yang melihat jauh ke depan.

Elon Musk (Tesla)




Bisnis dan investasi yang melibatkan milyardan dollar mutlak ditopang oleh jaminan keamanan sosial politik jangka panjang. Dan di mata Elon, soal keamanan sosial jangka tersebut, Thailand lebih kondusif dibandingkan negara kita.

Ini kata Elon Musk: “Dulu Saya memilih (Partai) Demokrat, karena mereka partai kebaikan. Tetapi mereka telah berubah menjadi partai perpecahan dan kebencian, jadi saya tidak bisa mendukung mereka dan akan memilih Republik …”

Dua kata kunci dari pernyataannya di atas adalah: PERPECAHAN dan KEBENCIAN.

Jagad medsos terblow-up ke mata dunia oleh pernyataan pemerintah Singapura yang diminta menjelaskan alasan penolakan terhadap UAS masuk ke Singapura.

Elon yang sedang membaca paper ‘Bussines Plan Tesla in Indonesia’ tiba² mengatakan ‘forget it’ akibat mendengar dan menyimak pernyataan pemerintah Singapura, yang menerima informasi dari Indonesia, bahwa UAS adalah teroris.

Tentu keputusan Elon ke Thailand menghentak Jokowi, birokrat dan politisi² Indonesia betapa perlunya membenahi kondisi sosial politik di negara kita agar terbebas dari ujaran² kebencian serta sikap diskriminatif sosial (SARA) yang bisa berakibat perpecahan Cebong dan Kampret, Pro Anies dan Anti Anies.

Hal kedua, disamping itu, media sosial mengkritik habis habisan penyelenggaraan FORMULA-E dan pemerintah tidak memberikan perhatian cukup terhadap Formula E, kecuali Presiden Jokowi yang memperlihatkan dukungannya dengan datang sendiri.

Padahal justru FORMULA E adalah ajang promosi mobil listrik masa depan dan bisnisnya Elon Musk.

Ayo teruskan kebencian supaya maju negara kita: maju ke jurang!

KEBODOHAN memang juara di negeri kita.

Masih mau bantah?

Sumber: Facebook Peter F Gontha

EDITOR: REYNA







banner 468x60