Diduga melakukan kebohongan publik Mensos Risma dilaporkan Polda Metrojaya

Diduga melakukan kebohongan publik Mensos Risma dilaporkan Polda Metrojaya
Didampingi Ketua Rumah Pancasila Jakarta (Hasdar Hanafi) dan Ketua Macan Asia Jaya (H Arief Rahman) permintaan untuk pelaporan langsung dengan bukti "Surat Tanda Bukti Pelaporan" tidak diperkenankan (berdebat cukup lama), terpaksa pelaporan tertulis saya sampaikan melalui Sekretariat Umum Polda Metro Jaya.




ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA–Masih ingat Menteri Sosial Tri Risma Harini bluskan menemui gelandangan di jalan Sudirman-Thamrin Jakarta? Beberapa hari kemudian nitizen membongkar ternyata yang ditemui adalah bukan gelandangan sungguhan. Dari sini akhirnya diduga blusukan itu merupakan skenario pencitraan. Tidak sampai disitu, aksi tersebut juga dianggap sebagai kebohongan publik. Dan Risma dilaporkan ke Polda Metrojaya Jakarta.

Tjetjep Muhammad Yasien sang pelapor menyatakan ke media ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya karena diduga menyebarkan kebohongan melalui aksi blusukan terhadap gelandangan.

Risma dilaporkan kemarin, Senin (11/1/2021) karena diduga melanggar Pasal 14 Jo Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 Jo Pasal 28 Jo 45 UU ITE.

Di SPK Polda Metro melaporkan dugaan kebohongan blusukan Mensos di Sudirman Thamrin Jakarta Pusat




Saat pelaporan Tjetjep didampingi Ketua Rumah Pancasila Jakarta (Hasdar Hanafi) dan Ketua Macan Asia Jaya (H Arief Rahman).

“Permintaan untuk pelaporan langsung dengan bukti “Surat Tanda Bukti Pelaporan” tidak diperkenankan (berdebat cukup lama), terpaksa pelaporan tertulis saya sampaikan melalui Sekretariat Umum Polda Metro Jaya,” kata Tjetjep.

Menurut Tjetjep, warga Surabaya yang menghuni dibawah kolong jalan tol Waru – Perak (daerah Dupak) Surabaya selama Tri Rismaharini menjabat Walikota Surabaya tidak mendapat perhatian.

EDITOR : SETYANEGARA

 







banner 468x60