Sikap Hakim Memberikan Sinyal Prabowo Bisa Menang di MK

Sikap Hakim Memberikan Sinyal Prabowo Bisa Menang di MK

Zonasatu News –Tim kuasa hukum Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno telah menyampaikan materi permohonan perselisihan hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi/MK tanggal 14 Juni 2019. Sementara, kelompok masyarakat yang mengharapkan MK dapat bersidang dengan berani, jujur dan tanpa intimidasi menggelar aksi mengawal sidang MK.

Jumlah massa diperkirakan akan meningkat pada sidang sidang berikutnya, walaupun “himbauan atau kanalisasi” agar tidak perlu ada pengerahan massa juga terus diupayakan.

Adapun penyalahgunaan yang dipermasalahkan tim kuasa hukum Paslon 02 dalam materi sidang PHPU adalah: menaikkan gaji PNS, pensiunan, TNI, dan Polri Rp 2,61 triliun, menjanjikan pembayaran gaji ke-13 dan THR lebih awal Rp 40 triliun, menaikkan gaji perangkat desa (kurang-lebih) Rp 114 miliar, menaikkan dana kelurahan Rp 3 triliun, mencairkan dana Bansos Rp 15,1 triliun, menaikkan dan mempercepat penerimaan PKH Rp 34,4 triliun, dan menyiapkan skema rumah DP 0% untuk ASN dan Polri Rp 100 triliun.

Pertanyaan publik apakah tim kuasa hukum Paslon 02 memiliki bukti bukti gugatan, ternyata tim kuasa hukum Paslon 02 memilikinya, bahkan bukti bukti tersebut kata Bambang Widjojanto sebanyak 12 truk.

Jika benar punya bukti walaupun kebijakan tersebut merupakan kebijakan Presiden, namun benar logika waras tim kuasa hukum Paslon 02 sebagai trik untuk “vote buying” karena semuanya direalisasikan di tahun politik ini. Ini juga merupakan bentuk kecurangan yang terstruktur, masif dan sistematis (TSM). Karena Presiden tidak cuti, maka penyalahgunaan kekuasaan sangat mungkin terjadi.

Keberanian tim kuasa hukum Paslon 02 juga patut diacungi jempol karena menyebut Polri dan BIN diduga sebagai “timses Paslon 01”. Tentunya, mereka juga pasti memiliki bukti buktinya, sebab kalau tidak tentunya tidak akan ditulis dalam materi gugatan mereka. Wajar jika mereka meminta hakim MK agar keselamatan para saksi dilindungi setelah bersaksi di sidang MK.

Kecerdikan lainnya dari tim kuasa hukum Paslon 02 adalah melakukan perubahan isi substansi atau gugatan menjelang “injury time” adalah strategi jitu, sehingga buku jawaban yang disusun termohon yaitu kuasa hukum KPU seperti kurang relevan jawabannya.

Yusril Ihza Mahendra, I Wayan Sudirta, Asrul Sani dan Luhut M Pangaribuan mencoba untuk mempersoalkan perubahan materi gugatan tim kuasa hukum lawannya karena tidak ada dasar hukumnya, namun hakim MK seperti Suhartoyo, Saldi Isra, I Dewa Palgunadi memberikan pengertian bahwa yang dilakukan tim kuasa hukum Paslon 02 tidak salah, sehingga sidang MK dilanjutkan pada 18.Juni 2019.

Dari sikap para hakim MK yang profesional dan netral, ada sinyal kuat keadilan hukum akan ditegakkan oleh lembaga hukum yang dipimpin Anwar Usman yang terkenal relijius tersebut. Artinya ada harapan Prabowo menang di gugatan MK.

loading…

Tags:
banner 468x60