Tim Hukum Ustad Slamet Maarif Minta Polri Tetap Pofesional dan Independen

Tim Hukum Ustad Slamet Maarif Minta Polri Tetap Pofesional dan Independen
Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Solo Raya

loading…


Solo, Zonasatu News–Sehubungan dengan meningkatnya status dari saksi menjadi tersangka atas dugaan Undang undang pemilu atas nama Ustad Slamet Maarif (Ketua PA 212 Solo) oleh Polresta Surakarta, Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) yang menjadi tim hukum tersangka meminta Polri tetap profesional dan independen dalam memproses kliennya.

Pihaknya juga merasa ada kesan penyikapan khusus terhadap kegiatan Tabligh Akbar 212 di Solo oleh pihak aparat kepolisian.

“Pada pemeriksaan pendahuluan tidak menemukan kesalahan, sehingga perkara ini dinilai prematur,” kata Ketua TARC Solo Raya, M Taufik dalam rilis yang diterima zonasatunews.com.

TARC menilai perkara ini Made By Order, mengejar batas waktu 14 hari sejak dilimpahkan dari Bawaslu ke Polresta Surakarta. Karena itu dalam waktu dekat TARC akan melaporkan ke Kabid Propam Mabes Polri.

Dalam rilisnya Taufik menjelaskan kronologis acara Tabligh Akabr PA 212. Pada tanggal 13 Januari 2019 panitia telah menyampaikan surat pemberituan ke pihak terkait,  yaitu Polsek Pasar Kliwon, Polresta Surakarta, Polda Jateng, Dishubkominfo Kota Surakarta, Kesbangpol Kota Surakarta dan Koordinasi dengan Bawaslu Kota Surakarta

Panitia juga telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa Tabligh Akbar PA 212 adalah murni kegiatan keagamaan bukan kegiatan kampanye. Panitia juga dilarang oleh Satpol PP untuk mendirikan panggung di barat Bunduran Gladak

“Bahkan sebagian peserta Tabligh Akbar dilakukan penyekatan dan penghadangan di wilayah Solo Raya dan perbatasan Jateng-Jatim,” tegas Taufik.

Pihaknya juga membenarkan, KH Slamet Ma’arif akan dipanggil sabagai tersangka pada hari Rabu,13 Februari 2019 di Mapolreta Surakarta.

loading…



Tags:
banner 468x60