34.200 mayat korban virus corona telah dibakar di kota Wuhan selama 21 hari

34.200 mayat korban virus corona telah dibakar di kota Wuhan selama 21 hari
Peta satelit tersebut menangkap sulfur dioksida seperti layaknya peta yang terbakar berwarna merah menyala. Warna merah akibat kadar SO2 tinggi, diduga akibat pembakaran massal mayat korban virus corona




ZONASATUNEWS.COM–Mengutip Taiwannews, seorang staf dari rumah krematorium di Wuhan, mengklaim bahwa jumlah jenazah yang dia kremasi selalu bertambah setiap hari hingga lima kali lipat lebih tinggi daripada jumlah yang biasa.

Pemerintah China sendiri memutuskan bahwa tubuh korban yang terkena virus corona harus dikremasi dalam pemakaman sederhana untuk mencegah penyebaran publik yang lebih besar.

Berdasarkan akun staf rumah duka Wuhan, jumlah rata-rata harian jenazah yang dicurigai sebagai korban virus corona diperkirakan 225 orang perhari, dan menumpuk hingga 4.725 jenazah di dalam satu rumah pemakaman Wuhan sejak 22 Januari 2020.Saat ini ada delapan rumah pemakaman terdaftar di Wuhan.

Jika laporan staf rumah duka itu benar, ini berarti ada 1.628 kematian per hari di kota itu, atau total 34.200 jenazah selama 21 hari terakhir.




Peta satelit tersebut menangkap sulfur dioksida seperti layaknya peta yang terbakar berwarna merah menyala.

Indikasi pembakaran jenasah massal itu diperkuat tingginya kadar Sulfur Dioksida (SO2) yang dihasilkan di atas langit kota Wuhan. Itu memberi warna merah menyala dalam tangkapan foto satelit.

Selain Wuham kota Chongqing yang juga berada di bawah karantina juga menunjukkan adanya tingkat sulfur dioksida.

Pada hari Minggu (9/2), gambar peta Windy.com mulai muncul di media sosial, menunjukkan tingkat sulfur dioksida yang sangat tinggi yang tertangkap peta satelit. dan tidak ada kota lain di Tiongkok yang menunjukkan konsentrasi yang sama.

Spekulasi muncul bahwa itu adalah tanda kremasi massal korban penyakit mematikan. Bisa saja itu berasal dari mayat yang dibakar di pinggiran kota.

Para Ilmuwan mengatakan bahwa tubuh yanng dikremasi melepaskan SO2 bersama dengan polutan lain termasuk nitrogen oksida.

Peta satelit tersebut menangkap sulfur dioksida seperti layaknya peta yang terbakar berwarna merah menyala.

Peta satelit kota Wuhan pada bulan Oktober 2019, sebelum ada aktivitas pembakaran mayat secara massal

Kadar SO2 lebihi ambang batas

Peta satelit yang berbasis dari Ceko bernama Windy.com yang menunjukkan tingkat sulfur dioksida di Wuhan pada 1.350 mikrogram per meter selama akhir pekan.

Sebagai perbandingan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa dosis 500 mikrogram tidak boleh dilampaui lebih dari 10 menit.

WHO mengatakan adanya paparan sulfur dioksida yang tinggi atau berkepanjangan dapat menyebabkan risiko serius bagi kesehatan. Gas tersebut dapat menyebabkan risiko asma, radang paru-paru dan penurunan fungsi paru-paru.

Editor: Setyanegara

 







Tags: , , ,
banner 468x60