Alcala, Kota Pelajar dan Bersejarah Yang Lebih Tua dari Madrid

Alcala, Kota Pelajar dan Bersejarah Yang Lebih Tua dari Madrid
Dubes Muhammad Najib berada di kota tua Alcala, Spanyol




ZONASATUNEWS.COM, MADRID – Alcala, sebuah kota yang terletak sekitar 30 KM diutara Madrid. Bila ditempuh dengan kendaraan pribadi memakan waktu lebih kurang 30 menit, lewat jalur tol. Bila mengunakan transportasi kereta lebih cepat lagi.

Menurut Dubes RI untuk Spanyol dan UNWTO, Dr Muhammad Najib, Alcala merupakan kota pelajar yang lebih tua dari Madrid.

Dubes Muhammad Najib berada di kota tua Alcala, Spanyol




“Disini ada Universitas Alcala yang usianya sangat tua. Kalau dibandingkan Jakarta kira-kira seperti Depok. Tidak terlalu jauh dari Jakarta, sudah dihubungkan dengan infra struktur yang bagus, dan menjadi kota pelajar,” kata Dubes Muhammad Najib.

Meski sudah memasuki musim dingin (winter), namun matahari cerah sekali saat Dubes Najib berkunjung ke Alcala, Sabtu (5/11/2022), kemarin.

Bangunan-bangunan tua di Alcala yang dirawat dengan baik menjadi tujuan wisata

Karena cuaca cerah, masyarakat banyak yang keluar rumah, duduk-duduk sambil ngopi dan makan dipinggir jalan.

Kota ini lebih tua dibanding Madrid. Karena itu saat itu Isabela dan Ferdinand setelah berhasil mengusir orang-orang asing disini dan menjadi penguasa seluruh Spanyol, sempat mengendalikan kekuasaannya dari sini.

Columbus yang menemukan benua Amerika atas biaya Isabela, sempat bertemu beberapa kali dengan Isabela di kota Acala ini.

Setelah Columbus berhasil, maka petualangan berikutnya yang bergerak kearah barat dilanjutkan oleh Magelhand maupun Elcano, yang kemudian menemukan Filipina dan juga Ternate.

Bangunan tua peninggalan bangsa Visigoth di Alcala

“Mereka menemukan sumber rempah-rempah yang waktu itu diburu oleh orang Eropa. Harganya sangat menarik dan menjadi lahan bisnis yang sangat disukai oleh orang-orang barat,” ungkap Dubes Najib melalui channel yotube Wisma Duta RI Madrid, yang dikirimkan kepada redaksi zonasatunews,com.

Sebagai kota tua, meskipun banyak pembangunan dilakukan di kota itu, tetapi tetap menjaga keasliannya (tidak diubah).

Kelebihan bangsa Spanyol ini, menurut Dubes Najib, Mereka merawat warisan sejarah dengan sangat baik.

Bangunan tua peninggalan bangsa Romawi di Alcala masih dirawat dengan baik

Sebagai contoh, arsitektur Visigoth masih tetap terpelihara dengan baik. Visigoth adalah penguasa di Andalusia dulu, merupakan bangsa keturunan Jerman, yang mengendalikan wilayah ini cukup lama sebelum datangnya Islam.

Sebelum itu Romawi yang berkuasa disini. Warisan bangunannya masih tetap dijaga.

“Warisan Islam dijaga, warisan Visigoth dijaga, dan warisan Romawi juga dijaga dan dirawat. Sekarang menjadi sumber devisa yang cukup besar bagi negara Spanyol,” ungkap Dubes Najib.

Perlu diketahui,Spanyol merupakan negera tujuan wisata terbesar kedua disleuruh dunia setelah Perancis yang menduduki nomor satu. Bangunan-bangunan tua peninggalan Visigoth, Islam, maupun Romawi, menjadi tujuan wisata.

Bangunan-bangunan tua dipertahankan keasliannya (tidak diubah), direnovasi, dan ditata dengan baik

Banyak obyek wisata saat ini yang telah meninggalkan semboyan konvensional 4 S (Sand, Sun, Sea, Sex). Obyak wisata sejarah, dengan bangunan-bangunan tua yang terawat seperti di kota Alcala ini, menjadi trend baru yang menjadi andalan wisata di masa sekarang dan kedepan.

“Saya kira kita perlu belajar banyak dari Spanyol, bagaimana warisan-warisan sejarah yang kita miliki untuk kita rawat, kita renovasi, dismaping juga kita buat museum. Disini museum-museum menjadi tujuan banyak wisatawan yang datang. Museum tidak harus besar, tidak harus mewah. Ada museum kecil yang dikelola perorangan atau yayasan lokal. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bisa inspirasi, bisa memotivasi warga kita merawat warisan sejarah, kemudian menjadikannya sebagai destinasi wisata yang menarik,” pungkas Dubes Najib.

EDITOR: REYNA







banner 468x60