China lakukan “aborsi paksa” dan “penahanan massal” untuk batasi jumlah etnis muslim Uighur

China lakukan “aborsi paksa” dan “penahanan massal” untuk batasi jumlah etnis muslim Uighur
Krisis kemanusiaan menimpa Etnis Muslim Uighur di Xinjiang, China. PBB mendapatkan laporan bahwa sebanyak satu juta warga Muslim Uighur ditahan untuk dimasukan ke dalam kamp-kamp konsentrasi.




ZONASATUNEWS.COM–Pemerintah Partai Komunis China tampak sekali sangat membenci etnis muslim Uighur. Hal itu didukung oleh adanya fakta setidaknya dalam 4 tahun terakhir ini, di kawasan Xinjiang dilaporkan apa yang oleh para pakar disebut sebagai tindakan “pembataian demografi”. Caranya membatasi secara paksa pertumbuhan penduduk suku muslim Uighur disatu sisi, dan menganjurkan suku mayoritas Han untuk memiliki anak lebih banyak, disi lainnya.

Pengguguran paksa

Cara yang digunakan oleh pemerintah China sungguh diluar nalar kemansiaan. Data dan wawancara yang dilakukan oleh media-media internasional menunjukkan pihak berwenang berulang kali memaksa perempuan suku Uighur untuk melaporkan kehamilan, memaksa penggunaan alat KB seperti IUD, strelisasi, bahkan pengguguran kandungan secara paksa.

Jumlah mereka yang dipaksa menjalankan program ini diperkirakan ratusan ribu orang.

“Ratusan ribu mungkin perkiraan yang sedikit, karena ada 15 juta warga keturunan minoritas di Xinjiang,” kata peneliti asal Jerman Adrian Zenz, yang melakukan penelitian dan diterbitkan lembaga ‘James Foundation’ di Washington.

Penahanan massal

Usaha membatasi pertambahan penduduk didukung pula dengan adanya penahanan massal.Keduanya digunakan sebagai ancaman dan hukuman bagi yang tidak mematuhi aturan.

Tindakan seperti penahanan di penjara dan kamp, seperti di Artux ini menjadi hukuman karena memiliki anak terlalu banyak. (AP: Ng Han Guan)




“Pada dasarnya ini adalah penahanan sebuah kelompok etnik terbesar sejak Holocaust (penahanan yang dilakukan Jerman terhadap warga Yahudi semasa Perang Dunia kedua),” kata Zenz kepada ABC

Menurut Associate Press (AP), memiliki terlalu banyak anak merupakan salah satu alasan warga Uighur dikirim ke pusat penahanan.

Keluarga yang memiliki tiga anak atau lebih dipaksa berpisah, kecuali mereka membayar denda besar.

Polisi gerebek kerumah-rumah

Polisi melakukan penggerebekan ke rumah-rumah dan telah membuat orang tua khawatir karena petugas mencari anak-anak yang disembunyikan.

Setelah Gulnar Omirzakh, seorang warga keturunan Kazakhstan memiliki anak ketiga, pemerintah mendesaknya untuk menggunakan IUD.

Bila dia tidak mau melakukannya, dia akan bergabung dengan suami dan jutaan orang lainnya dalam penahanan massal.

“Tuhan menitipkan anak kepada kita. Mencegah seseorang memiliki anak adalah hal yang salah,” kata Omirzakh sambil berlinang air mata saat mengenang pemasangan paksa IUD.

“Mereka hendak menghancurkan kami sebagai warga.”

Menlu AS: hentikan prakek mengerikan ini

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Michael Pompeo dalam pernyataannya mengecam kebijakan tersebut.

“Dunia menerima laporan yang terasa mengganggu hari ini bahwa Partai Komunis China menggunakan sterilisasi paksa, aborsi paksa dan program pembatasan kelahiran paksa terhadap wara Uighur dan kelompok minoritas lain di Xinjiang sebagai bagian dari kampanye penindasan yang terus berlanjut,” kata Pompeo.

“Kami menyerukan kepada Partai Komunis China untuk segera menghentikan praktek mengerikan ini dan menyerukan kepada seluruh negara untuk bergabung bersama Amerika Serikat mendesak penghentikan tindakan tidak berperikemanusiaan tersebut.”

EDITOR : SETYANEGARA

Sumber berita dapat dibaca DISINI







Tags: , , , ,
banner 468x60