Dubes Najib Mengunjungi “Museo De America”, Menyimpan Berbagai Peninggalan Bangsa Indian

Dubes Najib Mengunjungi “Museo De America”, Menyimpan Berbagai Peninggalan Bangsa Indian
Dubes RI untuk Spanyol dan UNWTO, Dr Muhammad Najib berada di depan MUSEO DE AMERICA




ZONASATUNEWS.COM, MADRID – Penemuan benua Amerika bagi bangsa Spanyol merupakan prestasi dan reputasi yang sangat besar, mengalahkan prestasi-prestasi yang lain. Oleh karena itu Nasional Day Spanyol itu dikaitkan dengan penemuan benua Amerika tersebut.

Dubes RI untuk Spanyol dan UNWTO, Dr Muhammad Najib berada di depan MUSEO DE AMERICA




 

MUSEO DE AMERICA, Spanyol

Hal itu dikatakan oleh Duta Besar Indonesia untuk Spanyol dan UNWTO, Dr Muhammad Najib melalui channel youtube Wisma Duta RI Madrid.

“Kalau oeang Spanyol bilang Amerika itu berarti benua Amerika secara keseluruhan, mulai dari Canada, Amerika Serikat, Mexico sampai Chili, dan negara-negara disekitarnya seperti Cuba, Carribia dan seterusnya,” kata Dubes Najib saat berkunjung di Museo de America Museum Amerika) di Madrid, sebuah museum yang sangat penting bagi bangsa Spanyol.

Perjalanan petualangan Columbus yang spektakuler sudah sering didengar, sebuah perjalanan keliling dunia, yang akhirnya menemukan benua Amerika. Perjalanan itu dibiayai oleh Ratu Isabella yang waktu itu baru saja menyelesaikan perjuangan nasionalnya untuk mengambil alih kendali negara Spanyol ini dari bangsa-bangsa lain.

Perahu bangsa Indian tersimpan di Museo de America

Perhiasan dari emas milik bangsa Indian, menunjukkan peradaban yang sudah maju, karena sudah mengenal teknologi pengecoran logam

Tepat tahun 1492, tahun yang sama ketika Boabdil menyerahkan kunci istana Alhambra yang sangat indah itu di Granada, beberapa bulan kemudian Columbus diberangkatkan oleh Ratu Isabella.

Karena Ratu Isabella habis-habisan dalam membiayai peperangan sebelumnya, maka harta satu-satunya yang tersisa yaitu Nahkota Ratu Isabella yang terbuat dari emas dijual untuk membiayai Columbus.

Perhiasan dari emas milik bangsa Indian, menunjukkan peradaban yang sudah maju, karena sudah mengenal teknologi pengecoran logam

“Columbus aslinya bukan orang Spanyol tetapi pelaut Genoa, yang sekarang masuk wilayah Italia. Columbus sebelumnya menawarkan proposalnya kepada Raja Inggris, Raja Portugis, tetapi ditolak, karena dianggap terlalu mahal dan tidak masuk akal. Tetapi Ratu Isabella meyakini karena cukup cerdas dan teori bumi bulat sudah diyakini oleh banyak ilmuwan, karena itu upaya mencari jalan baru ke India yang waktu itu diyakini sebagai sumber rempah-rempah,” ungkap Dubes Najib.

Baju yang digunakan bangsa Indian saat Columbus datang, menunjukkan peradaban yang sudah maju maju

Sebetulnya bangsa Spanyol ini sudah tahu, terang Dubes Najib,bahwa ke India itu bisa lewat darat. Tetapi diwilayah timur, khususnya Timur Tengah itu dikuasai oleh penguasa-penguasa muslim. Selain itu perjalanan juga sangat jauh, banyak perampok di hutan maupun di padang pasir. Sebelumnya, di tahun 1953 Istambul direbut olehTurki Usmani. Hal ini menyebabkan bangsa Eropa yang sebelumnya membeli rempah-rempah di istambul mengalami kesulitan. Karena Turki Usmani menaikkan pajak untuk orang Eropa, sebaliknya mempermudah bagi pedagang muslim. Semakin lama bangsa Eropa kesulitan mendapatkan rempah-rempah.

Baju yang digunakan bangsa Indian saat Columbus datang, menunjukkan peradaban yang sudah maju 

Nah, pada saat itulah, lanjut Dubes Najib, bangsa Spanyol dan Portugis berusaha mencari jalan alternatif lewat laut yang lebih dekat menuju India, tanpa melewati Istambul dan negara-negara Timur Tengah yang saat itu dikuasai oleh peguasa-penguasa muslim.

“Itulah sebabnya akhirnya Columbus memutuskan bergerak ke barat untuk menemukan jalan lebih pendek ke India. Ternyata, yang ditemukan adalah benua Amerika. Nah, itulah sebabnya saat Columbus menemukannya, dia lihat suku asli itu dia sebut sebagai suku Indian. Di film-film sudah banyak kita lihat,” jelasnya Dubes Najib.

Baju yang digunakan bangsa India saat Columbus datang, menunjukkan pperadaban peradaban yang sudah maju

Pada waktu itu suku India tersebut peradabannya sudah maju. Bukti di museum ini nampak mereka sudah bisa membuat perahu untuk menyeberangi sungai-sungai. Mereka sudah bisa membuat perhiasan terbuat dari emas. Pakaian dari berbagai bahan alami yang sudah cukup maju untuk ukuran saat ini. Juga, alat-alat peribadatannya, patung-patung keramik yang cukup bagus, dan secara detail cukup indah.

Ketika menemukan suku-suku ini kemudian membawa berbagai perhiasan emas, seperti yang terdapat di suku Maya di Meksiko, suku yang dikenal termaju diantara suku Indan Amerika yang lainnya.

Baju yang digunakan bangsa India saat Columbus datang, menunjukkan pperadaban peradaban yang sudah maju

Columbus melakukan perjalanan bolak-balik Amerika-Spanyol sebanyak tiga kali untuk melapor ke Ratu Isabella. Hubungan antara Columbus-Isabella akhirnya kurang bagus, diduga jumlah emas yang diberikan (disetorkan) tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya. Maka muncullah petualang baru yaitu Magelhand.

Seperti hanya Columbus, Magelhand ini juga bukan orang Spanyol. Dia orang Purtugis.Magelhand mengusulkan untuk meneruskan perjalanan Columbus terus ke arah timur untuk menemukan India. Proposal Magelhand semula ditawarkan ke Raja Portugis tetpai ditolak. Lalu datang ke Ratu Isabella dan kemudian didanai. Magelhand terus menelusuri benua Amerika dan bergerak terus kearah timur melewati lautan Pacific, dan akhirnya sampai di Filipina.

Patung dari bahan keramik, menunjukkan peradaban Indian sudah mengenal teknologi pembuatan keramik yang cukup maju

Dia menemukan Filipina, berhenti disana sambil mengadakan hubungan dagang dengan bangsa Filipina dan daerah-daerah sekitarnya. Magelhand hanya bisa menguasai Filipina utara. Sementara Filipina bagian selatan banyak dikuasai oleh penguasa-penguasa muslim Nusantara, yang sudah sangat maju yang menguasai perdagangan rempah-rempah.Akhirnya Magelhand terbunuh karena harus berhadapan dengan penguasa-penguasa setempat.

Akhirnya petualangan Magelhand dilanjutkan oleh Elcano yang merupakan orang Spanyol asli. Elcano sebelumnya sudah menjadi anggota tim ekspedisi Magelhand. Dia berusaha meneruskan perjalanan ekpedisinya, dan berhasil menemukan Ternate. Disini dia bertemu dengan pedagang-pedagang Portugis yang sudah menguasai Malaka.

Patung-patung dari keramik, milik bangsa Indian yang dibawa oleh Columbus, sekarang disimpan di Museo de America

“Nah, disini kita bisa melihat bagaimana jaringan petualang Portugal dan Spanyol ini berkolaborasi, tetapi sekaligus berkompetisi. Terlihat, Ternate sudah dikuasai orang Portugis yang dikirim dari Malaka, kemudian Spanyol datang ke Tidore. Ini perlu dikaji lebih dalam, apakah dia (Spanyol) diundang oleh Sultan Tidore yang merasa Ternate sudah dibantu oleh bangsa Portugis dibackup dari Malaka sehingga kekuasaannya melebar sehingga mereka merasa terancam. Atau inisiatif datang dari Elcano untuk menemukan sumber dari sumber rempah-rempah itu,” ungkap Dubes Najib.

Dubes Najib mengakui, bahwa tidak salah kalau India dikenal lebih tua dalam masalah rempah-rempah, dan Indonesia belajar dari India untuk mengerti masalah rempah-rempah khususnya untuk masakan, obatan-obatan, dan kecantikan atau kosmetik, dan untuk suplemen.

Tetapi perlu diketahui bahwa ada rempah-rempah yang asli Indonesia yang ada di Ternate dan Tidore, tetapi tidak ada di India.Ada juga rempah-rempah yang ada di India dan Indinesia, tetapi kualitasnya berbeda, dikarenakan tanahnya Indonesia lebih bagus untuk tanaman rempah.

Patung-patung dari keramik, milik bangsa Indian

Peralatan dan perhiasan dari keramik milik bangsa Indian, tersimpan di Museo de America, Spanyol

Nah, disinilah, Dubes Najib menekankan perlunya ada kajian berikutnya yang lebih mendalam untuk memahami dn merasakan aset dari sisi kesejarahan, dari sisi budaya, termasuk perlunya dilakukan kajian dari sisi compettitifness dan comparatifness.

Jadi dari perbandingan komparatif dan kompettitifnya, bagaimana rempah-rempah Indonesia ini. Sehingga kedepan kita bisa mengemasnya, mengkapitalisasinya secara maksimal, baik sebagai bumbu masak, suplemen, jamu-jamuan untuk kesehatan, maupun sebagai bahan kosmetik. Banyak yang menarik yang bisa dikaji dari perjalanan bangsa Spanyol dan Portugis. Tetapi lebih dari itu kita harus melajutkan agar bisa mengkapitasiasi dan menikmati nilai ekonomi rempah-rempah kita secara maksimal,” pungkas Dubes Najib.

EDITOR: REYNA

 







banner 468x60