Gerakan Boikot Produk Akan Menghancurkan Ekonomi Perancis

Gerakan Boikot Produk Akan Menghancurkan Ekonomi Perancis
Produk Prancis di negara-negara Arab dikosongkan




ZONASATUEWS.COM--Para pemimpin dan masyarakat musllim dunia membalas tindakan presiden Perancis yang menghina Nabi Muhammada SAW. 

1.Presiden Checnya

Tak berselang lama, setelah Presiden Perancis Emanuel Macron menista Nabi Muhammad, Presiden Checnya, Ramzan Kadirov langsung merespon. Dihadapan ribuan rakyatnya Kadirov berkata,” Anda bilang bahwa penistaan terhadap Nabi Muhammad adalah sebuah kebebasan berpendapat, itu sungguh bukan kebebasan berpendapat, tapi sebuah penghinaan 2 Milyar kaum muslim di sleuruh dunia.

Kami minta kepada anda menghentikannya demi kebaikan. Dua milyar orang muslim tak akan membiarkanmu menghina Nabi kami. Camkan itu,” tegas Kadirov mengecam Macron, diiringi pekik takbir.

2.Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyerukan agar warganya memboikot produk hasil dari Negara Perancis. 

“Seperti yang dikatakan di Prancis, jangan beli barang buatan Turki,” kata Erdogan seperti dikutip KabarJoglosemar.com dari AFP.

“Saya serukan kepada warga saya di sini, jangan pernah memberikan pujian kepada barang Prancis, jangan membelinya,” sambung dia.

3.Sejumlah asosiasi dagang di negara- negara Arab melakukan boikot terhadap produk-produk Prancis. Embargo dilakukan menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam terkait kartun Nabi Muhammad

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (28/10/2020), setelah seruan boikot produk Prancis dari para pengusaha dan asosiasi bisnis, sejumlah toko-toko ritel dan supermarket menarik produk-produk buatan Prancis dari rak-rak penjualan. Tampak dalam beberapa foto-foto yang beredar, rak swalayan di berbagai negara Arab yang berisi produk impor Prancis dikosongkan.

4.Seruan tagar #NeverTheProphet dan #BoycottFrenchProducts menggema di lini masa pengguna media sosial di negara-negara Arab seperti Aljazair, Mesir, Irak, Palestina, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, dan Qatar.

5.Di Kuwait, Ketua Dewan Al-Naeem Cooperative Society, memutuskan bahwa asosiasinya akan memboikot seluruh produk Prancis dan menyingkirkannya dari supermarket. Asosiasi dagang, Dahiyat al-Thuhr, mengambil langkah yang sama. Dia menyebut kebebasan berekspresi tak bisa disamakan dengan penghinaan pada agama yang menyakiti umat Islam. 

Merespon aksi boikot yan masif di berbagai negara, pemerintah Perancis sendiri pun telah meminta aksi pemboikotan diakhiri. Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan seruan “tak berdasar” untuk boikot itu “didorong oleh kelompok minoritas radikal”.

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60