Jurnalis Palestina memuji ‘Evidence’, buku karya Anadolu yang mendokumentasikan kejahatan Israel di Gaza

Jurnalis Palestina memuji ‘Evidence’, buku karya Anadolu yang mendokumentasikan kejahatan Israel di Gaza
Buku "Eviden" (Bukti) merupakan kumpulan foto jurnalis Anadolu Agency yang mengamadikan kekejaman Israel dalam perang di Gaza. Salah satu foto Bom Pospor Putih merupakan bom ilegal yag dilarang dalam perang




‘Buku ini merupakan upaya luar biasa yang dilakukan oleh lembaga (Anadolu), yang berisi kejahatan perang yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri, dan saya saksikan lebih buruk dari itu,’ kata Mutez el-Azayize

Jurnalis Palestina memuji ‘Evidence’, buku karya Anadolu yang mendokumentasikan kejahatan Israel di Gaza

ISTANBULJurnalis Palestina Mutez el-Azayize memuji “Evidence”, sebuah buku karya Anadolu, yang mendokumentasikan perang Israel di Jalur Gaza.

Anadolu memberi el-Azayize salinan buku tersebut dan dia mengatakan bahwa dia mengagumi Anadolu karena mendokumentasikan apa yang telah dan sedang terjadi di Gaza.

“Buku ini merupakan upaya luar biasa yang dilakukan lembaga (Anadolu), berisi kejahatan perang yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri, dan saya saksikan lebih buruk dari itu,” kata El-Azayize.


Dia mengatakan dia menghargai upaya pihak atau orang mana pun yang “mendokumentasikan kejahatan ini,” mengingat Anadolu telah mencapai “upaya besar, dan kami bercita-cita agar foto-foto tersebut tidak hanya disimpan di atas kertas, dan kami menuntut sesuatu (tindakan) yang nyata.”

Jurnalis tersebut menghabiskan 107 hari di Gaza sejak awal perang Israel di wilayah tersebut setelah Operasi Banjir Quds – mendokumentasikan dan memotret serangan Israel di wilayah tersebut.

Anadolu merilis Bukti, yang berisi gambar-gambar yang menyoroti “kejahatan dan pelanggaran Israel” di Gaza, yang merupakan salah satu bukti yang diajukan dalam kasus “genosida” yang diajukan oleh Afrika Selatan terhadap Israel ke Mahkamah Internasional.

Sejak 7 Oktober, Israel telah melancarkan perang dahsyat di daerah kantong pesisir tersebut, menyebabkan puluhan ribu korban jiwa, sebagian besar anak-anak dan perempuan, kehancuran besar-besaran dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menyebabkan Tel Aviv menghadapi tuduhan “genosida” di hadapan para pemimpin Israel. Pengadilan PBB.

EDITOR: REYNA




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=