Ketika China Menolak Indonesia : Sejarah Yang Tidak Pernah Di Tulis di Buku Pelajaran Kami

Ketika China Menolak Indonesia : Sejarah Yang Tidak Pernah Di Tulis di Buku Pelajaran Kami
Keterangan gambar:Spanduk yang dibentangkan komunitas Cina di masa revolusi kemerdekaan:"Repoeblik Indonesia Menghianati Bangsa ChungGhua (Tionghoa). Repoebliek Indonesia Digendong Baboenya"




ZONASATUNEWS.COMTahun 1947, Presiden Soekarno meminta pertolongan Cina (waktu itu masih bernama ROC) untuk membantu Indonesia di PBB.

“Before the arrival and recent actions of the Dutch troops in Indonesia, there was no sign whatsoever of the Chinese population being deprived of their life and property. I am convinced that the only effective way to ensure the well-being of the Chinese in Indonesia is to support the demand of the Republic of Indonesia that the UN take effective measures to promote the withdrawal of Dutch troops from Republican territory.”

“Sebelum kedatangan dan aksi militer Belanda, tidak ada tanda apapun yang menunjukkan rakyat Cina dizalimi hidup dan harta bendanya. Saya yakin bahwa satu-satunya cara yang efektif untuk menjamin keamanan orang Cina adalah dengan mendukung permintaan Republik Indonesia kepada PBB agar menekan Belanda supaya menarik pasukannya dari wilayah republik.”
Sebagai anggota tetap Dewan Keamaanan PBB, Cina kemudian merespon permintaan Presiden Soekarno justru dengan memberikan dukungan kepada Belanda.

Keterangan gambar:Spanduk yang dibentangkan komunitas Cina di masa revolusi kemerdekaan:”Repoeblik Indonesia Menghianati Bangsa ChungGhua (Tionghoa). Repoebliek Indonesia Digendong Baboenya”




(Sumber: Migration in The Time of Revolution, hlm. 19, 27)

EDITOR : SETYANEGARA







Tags:
banner 468x60