Memahami Gagasan Dr Muhammad Najib: Renaissanc of Islam (30)

Memahami Gagasan Dr Muhammad Najib: Renaissanc of Islam (30)
Dubes Muhammad Najib didalam istana Alcazar Sevilla




Oleh: Budi Puryanto, Jurnalis

 

Arsitektur Islam: Menurunkan surga ke bumi

Dr Muhammad Najib, kini Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO, mengatakan bahwa Istana Alhambra di Granada Spanyol sampai sekarang masih kontroversial. Para sejarawan barat maupun timur, Islam maupun non Islam, melihat serah terima istana Alhambra dari Abu Abdila (Boabdil) raja Granada terakhir ke Ratu Isabela yang menerima kunci pintunya didampingi suaminya Ferdinand, dalam keadaan utuh sama sekali. Sehingga keindahannya masih bisa dinikmati hingga saat ini.

Ilmuwan-ilmuwan muslim, seniman-seniman muslim waktu itu mampu mengartikulasikan ayat-ayat Allah dalam bentuk kaligrafi, dalam bentuk seni bangunan, maupun dalam bentuk taman-taman yang indah.




“Kalau saya baca itu mereka ingin menurunkan surga kebumi. Karena itu ada air yang mengalir didalamnya, taman-taman bunga yang sangat indah. Dan juga bentuk bangunan, dimana cahaya matahari yang masuk dipendarkan di setiap bilik kaca warna-warna yang diatur sedemikian rupa, dikombinasikan dengan lubang-lubang yang dipahat dengan bentuk simetris tertentu,” kata Muhammad Najib.

Demikian juga bagaimana udara memasuki lorong-lorong, ruang-ruang disetiap pojok bangunan. Sehingga di Spanyol yang punya 4 musim, meskipun musim panas, udara bebas bergerak sehingga didalamnya tetap merasa segar dan dingin.

Air mancur merupakan ciri utama istana-istana dalam pemerintahan Islam.Taman di sekitar istana, ada airnya. Yang menjadi pusat (center) selalu air mancur tersebut.

Air mancur diantara taman bunga, di istana Alhambra yang masih terawat baik hingga sekarang

Salah satu ciri arsitektur Moor (Islam) didalam ruangan selalu dibuat terbuka. Sehingga udara bebas masuk. Selalu saja terpadu antara udara bebas, air, dan matahari masuk

Bila ciri bangunan Romawi dan Yunani.pilarnya besar-besar dan kokoh, sebaliknya bangunan Islam bercirikan pilarnya kecil dan ramping.

Istana Al-Cazar tampak lebih indah dimalam hari

“Secara filosofi bangunan Islam itu menggantung ke langit, kekuatannya bukan dibawah tetapi kekuatannya diatas (bergantung ke langit). Sedangkan bangunan Romawi dan Yunani dibuat kokoh berpijak kebawah,” jelas Muhammad Najib.

Istana Alhambra menjadi contoh nyata kehebatan warisan generasi Islam terdahulu.

Muhammad Najib juga mengatakan bahwa kehebatan istana Alhambra ini diakui oleh tokoh-tokoh Katolik hingga saat ini, baik yang berada di perguruan tinggi maupun para diplomat yang ditemuinya. Mereka mengakui itu warisan Islam. Lebih dari itu mereka juga mengakui belajar sain dan teknologi dari Islam.

Salah satu bagian sitana Alcazar yang indah, taman bunga dengan kolam air ditengahnya

“Bagaimana mereka belajar mengairi tanaman termasuk pertanian, mereka mengakui belajar dari Islam. Bahkan sampai sekarang di Toledo itu ada catatan-catatan yang tidak bisa diingkari oleh siapapun. Bahwa Renaisance itu berasal dari Islam. Orang-orang Eropa yang masih berada di masa kegelapan waktu itu mengirimkan anak-anaknya untuk belajar di Toledo, dari Islam. Apakah itu filsafat, sain maupun teknologi,” ujarnya.

Bersambung ke halaman berikutnya







banner 468x60