Mengapa Pendidikan Finlandia Terbaik di Dunia

Mengapa Pendidikan Finlandia Terbaik di Dunia




Oleh : Rochmat Wahab

Dewasa ini terbukti bahwa sistem pendidikan Finlandia menduduki posisi salah satu yang terbaik di dunia. Padahal beberapa puluh tahun yang lalu posisinya relatif kurang membanggakan. Untuk bangkit menuju kepada sistem pendidikan yang terbaik Finlandia melakukan reformasi pendidikan yang sangat berarti.

Ada sejumlah alasan yang membuat Sistem Pendidikan Finlandia terbaik. Pertama, tidak ada ujian terstandar. Penilaian terhadap siswa berbasis individu/siswa, sehingga anak tidak ditakut-takuti oleh tes terstandar. Guru juga tidak disibukkan untuk mengajar dengan orientasi melatih atau menyiapkan anak untuk bisa mengerjakan tes.

Kedua, akuntabilitas untuk guru, yang minimal berkualifikasi S2. Sebelum memasuki profesi, setiap guru harus menyelesaikan pendidikan magister. Jika guru belum mampu menunjukkan kinerja yang terbaik, maka kepala sekolah bertanggung jawab memperbaikinya, sehingga guru berkinerja baik.

Ketiga, menegakkan kooperasi, bukan kompetisi. Jika sistem pendidikan negara-negara lain mendorong adanya kompetisi untuk membangun mutu pendidikan, maka sistem pendidikan Finlandia berbuat sebaliknya, mendorong kooperasi, bukan mendorong kompetisi. Pemenang yang riil itu tidak berkompetisi. Sikap seperti ini justru menempatkan posisinya di tempat terbaik dalam penilaian internasional, misalnya pada PISA.




Keempat, membuat suatu dasar sebagai prioritas. Membuat lingkungan sekolah yang semuanya tanpa diskriminasi. Pendidikan seharusnya menjadi instrumen untuk menyeimbangkan ketidaksamaan secara sosial. Semua siswa menerima makanan gratis di sekolah. Mudah untuk mengakses layanan kesehatan di sekolah. Mendapatkan layanan konseling psikologis dan bimbingan individual. Dengan begitu anak ketika belajar hidupnya bisa bahagia, harmoni dan sehat.

Kelima, anak-anak baru diwajibkan masuk pendidikan formal pada usia tujuh tahun. Setiap anak dianjurkan sekali menikmati pendidikan usia dini dengan bebas dan membahagiakan. Ketika memasuki sekolah anak-anak hanya dikehendaki cukup 9 tahun saja. Setelah itu anak-anak diberikan kesempatan memilih. Apakah orientasinya lanjut studi setelah SMA atau ke dunia kerja.

Keenam, memberikan kesempatan pendidikan profesional setelah program sarjana. Bagi yang memilih pendidikan vokasi dan ingin melanjutkan studi setelah lulus, maka terlebih dulu harus mengikuti tes matrikulasi untuk memasuki universitas/perguruan tinggi.

Ketujuh, waktu belajar relatif singkat. Belajar di sekolah diawali pada pk 09.00-09.45 dan berakhir pada pk 14.00-14.45. Bahkan waktu di sekolah pun istirahatnya cukup. Waktu yang ada selama aktivitas belajar bukan memberikan pelajaran atau informasi yang sebanyak-banyaknya, melainkan menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan anak untuk bisa belajar secara holistik.

Kedelapan, pengajaran yang konsisten dari guru yang sama. Bahwa selama belajar di sekolah dasar, hampir selama 6 tahun gurunya sama, hanya beberapa saja yang berganti, karena alasan tertentu. Selama enam tahun guru bisa memanfaatkan mentor baik dari orang lain maupun keluarganya sendiri. Siswa dibimbing untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sendiri. Pembelajaran benar-benar berbasis individual. Guru atau sekolah tidak pernah melakukan penilaian akhir secara terstandar, karena itu cukup membuat grafik kemajuan dari waktu ke waktu.

Kesembilan, menciptakan suatu atmosfir yang lebih rileks. Ada kecenderungan umum bahwa sekolah di Finlandia menghendaki suasana yang tidak menegangkan atau relatif rileks dan lebih peduli. Para siswa hanya memiliki dua kelas setiap harinya. Lebih banyak waktu untuk makan, kegiatan rekreatif, dan rileks. Setiap 15 sd 20 menit diupayakan ada gerakan rileks, stretching, dan hirup udara segar. Guru juga butuh tempat yang cukup untuk rileks.

Kesepuluh, kurangi PR dan kerja di luar sekolah. Finlandia menghendaki PR atau tugas di luar sekolah setiap harinya hanya setengah jam, jumlah waktu yang paling sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban anak di luar sekolah atau rumah. Anak tidak dibebani dengan tugas-tugas atau tes atau ujian, karena anak tidak perlu khawatir akan kenaikan atau kelulusan. Yang menjadi fokus adalah bagaimana anak tumbuh dan berkembang secara alamiah sebagai human being.

Pendidikan di Finlandia yang berjalan sangat efektif, karena semua anak sejak pra sekolah sampai dengan perguruan tinggi mendapatkan kesempatan yang sama. Yang sungguh mengagumkan, semua sekolah itu milik pemerintah. Tidak ada yang milik privat. Untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, pemerintah sepenuhnya menanggung. Di samping itu yang membutuhkan sumber belajar tambahan, disiapkan perpustakaan umum di semua wilayah dengan fasilitas yang se lengkap-lengkapnya. Bagi yang bekerja juga disiapkan kelas-kelas di waktu longgar, sehingga warga negara bisa menempuh studi setinggi-tinggi sesuai dengan kebutuhan untuk karir masing-masing.

Bagaimana dengan Indonesia, tentu tidak mudah mewujudkannya, karena faktanya bahwa institusi pendidikan swasta justru lebih banyak dari yang miliki pemerintah. Karena itu untuk meng-cloning sistem pendidikan Finlandia secara utuh dalam waktu Yang singkat, bahkan mungkin setengah abad pun sulit diwujudkan. Yang bisa dilakukan adalah mengambil beberapa aspek penting yang bisa diadaptasi. Misalnya, memantapkan keberadaan guru dan perbaikan kinerjanya, dengan harapan guru harus benar bangkit secara personal atau kolektif untuk memperbaiki komitmen dan kinerjanya yang lebih bertanggung jawab dan profesional. Kedua, birokrat pendidikan seyogyanya dalam emban amanahnya lebih pertimbangkan aspek profesionalnya, bukan politiknya.

(Jombang, 27/10/2019, Ahad, pk.08.15)

Editor : Setyanegara







Tags:
banner 468x60