Mengembangkan Diplomasi Mendayung Diantara Banyak Karang

Mengembangkan Diplomasi Mendayung Diantara Banyak Karang
Dubes Muhammad Najib memberikan pidato sambutan dihadapan rombongan Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di Madrid Spanyol

', layer: '

DUBES TERIA KOMISI TUJUH 5

Dubes Muhammad Najib memberikan pidato sambutan dihadapan rombongan Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di Madrid Spanyol

'}, {id: 80397, image: 'http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2024/05/DUBES-TERIMA-KOMISI-TUJUH-3.jpg', extlink: '', thumb: 'http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2024/05/DUBES-TERIMA-KOMISI-TUJUH-3-150x150.jpg', permalink: '

', layer: '

DUBES TERIMA KOMISI TUJUH 3

'}, {id: 80396, image: 'http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2024/05/DUBES-TERIMA-KOMISI-TUJUH-4.jpg', extlink: '', thumb: 'http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2024/05/DUBES-TERIMA-KOMISI-TUJUH-4-150x150.jpg', permalink: '

', layer: '

DUBES TERIMA KOMISI TUJUH 4

Rombongan Komisi VII DPR RI dan BUMN mitra kerja

'}, {id: 80398, image: 'http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2024/05/DUBES-TERIMA-KOMISI-TUJUH.jpg', extlink: '', thumb: 'http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2024/05/DUBES-TERIMA-KOMISI-TUJUH-150x150.jpg', permalink: '

', layer: '

DUBES TERIMA KOMISI TUJUH

Dubes Muhammad Najib memberikan pidato sambutan dihadapan rombongan Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di Madrid Spanyol

'} ];




MADRID – Dubes RI untuk Spanyol dan UNWTO (UN Tourism) Dr Muhammad Najib menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, bertempat di Wisma Duta RI Madrid. Dia merasa senang dan bangga atas kunjungan tersebut. Dalam rombongan Komisi VII ini juga ikut Dirut BUMN yang menjadi mitra kerjanya, khususya dibidang energi dan sumberdaya mineral.

Dia mengaku sangat mengenal Komisi VII ini karena pada tahun 2004-2009 Muhammad Najib pernah menjadi anggota DPR RI di Komisi VII ini.

“Bapak ibu sekalian saya dan staf KBRI di Madrid ini sangat senang, bangga dan antusias sekali menyambut bapak ibu, delegasi besar dan semua orang berkualitas. Semuanya orang penting. Menurut hemat saya kedatangan Bapak Ibu sekalian sekarang ini tepat waktu karena dua hari yang lalu saya didampingi Pak Bram diterima Wamenlu (Spanyol) yang baru saja mengunjungi Jakarta dan beliau menyesal karena cuma dijadwalkan satu hari, sehingga begitu banyak hal penting yang mestinya dia bisa lakukan terpaksa tidak bisa. Dia tidak membayangkan Jakarta seperti sekarang, karena katanya beberapa puluh tahun yang lalu dia ke Jakarta itu sekarang sudah jauh berbeda. Jadi ini sesuatu yang patut kita syukuri,” kata Dubes Najib.


Dubes Muhammad Najib memberikan pidato sambutan dihadapan rombongan Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di Madrid Spanyol

 

Dubes Najib mengaku jualan (Indonesia) di Spanyol ini mudah sekali karena kalau bicara demokrasi Indonesia itu adalah negara muslim terbesar yang sukses dalam hal demokrasi.Khususnya pasca Pemilu tahun ini walaupun di Jakarta kita masih melihat ada riak-riak ya, tetapi saya dengan bangga sekali mengatakan bahwa demokrasi kita berjalan aman, tertib, tidak ada korban, dan sekarang kita sudah punya presiden baru.

“Nah tambahan lagi ini mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan karena tugas diplomat itu kan juga harus betul-betul mengamankan kebijakan negara. Yang menang itu yang mengusung continuity, sehingga tidak ada perubahan kebijakan-kebijakan yang signifikan dari apa yang dibangun sebelumnya. Jadi sejumlah pengusaha besar perusahaan besar yang sudah mempersiapkan investasi di Indonesia saya perhatikan menjelang Pemilu itu pada menunda. Karena di benak orang Eropa negara demokrasi itu sering sekali melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang tidak terduga yang bisa jadi kebijakannya nanti berbeda,” kata Dubes Najib.

Sekarang semuanya sudah selesai, karena itu kedatangan rombongan Komisi VII ini menurut Dubes Najib merupakan momentum yang luar biasa.

Dubes Najb megibaratkan Spanyol ini seperti gadis desa yang cantik yang belum pandai bersolek. Karena itu di Spanyol ini, peluangnya luar biasa dan orang Spanyol juga melihat Indonesia ini luar biasa karena kalau bicara ASEAN umumnya mereka hanya tahu Filipin,karena  secara tradisional Filipin pernah menjadi koloni Spanyol.

Rombongan Komisi VII DPR RI dan BUMN mitra kerja

“Karena itu orang Filipin di sini banyak sekali mendapatkan privilage. Nah begitu dia melihat Indonesia apalagi melihat saat ini waduh. Karena itu saya berharap termasuk Bapak Ibu sekalian yang hadir sore ini kalau dirasa nanti banyak pembicaraan-pembicaraan yang perlu ditindaklanjuti ya datang ke sini lagi jangan sungkan-sungkan, kita sangat antusias akan menerima Bapak Ibu sekalian,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Dubes Najib menyampaikan informasi dari Jakarta bahwa data terakhir menunjukkan GDB per kapita Indonesia itu 5.000 US Dollar, sementara Singapura 88.000. Singapura itu negara kecil, kemudian juga tanahnya tidak subur, tidak punya mineral. Kalau dibanding Indonesia secara sederhana tidak ada apa-apanya.Tetapi bagaimana Singapura bisa menjadi seperti sekarang ini.

“Kalau saya gunakan kata kunci sederhana karena Singapura pandai memanfaatkan dinamika ekonomi politik di kawasan Asia Tenggara, belakangan saya mendengar sejumlah pejabat penting kita mengatakan bahwa uang yang beredar di Singapura itu sebetulnya cukup banyak uangnya orang Indonesia. Di Singapura juga banyak perusahaan-perusahaan bendera Singapura pemiliknya orang Indonesia dan bahkan belakangan juga banyak disebut, kenapa investasi Singapura masih menduduki nomor satu di Indonesia karena perusahaan-perusahaan ini investasi di Indonesia pakai bendera Singapura,”jelasnya.

Saya tidak ingin menyalahkan siapapun, kata Dubes Najib, tapi coba kita belajar bagaimana mereka bisa mengkapitalisasi ekonomi politik, dinamika politik di kawasan itu untuk nasional interest mereka.

Dubes juga menyinggung Dubai yang dinilainya lebih gila dari Singapura. Dubai mampu melihat dinamika politik di tingkat global dan sejumlah orang yang punya duit yang ingin menaruh duitnya itu tetap berkembang. Dubai luar biasa, katanya, dan  banyak orang yang keliru Dubai beda dengan Abu Dhabi. Kalau Abu Dhabi itu kaya karena jual minyak dan gas karena faktor alam tetapi Dubai tidak, tetapi karena ide-ide itu.

“Nah karena itu mari coba kita mau belajar dari pengalaman Dubai bagaimana bisa mengkapitalisasi dinamika politik di tingkat Global yang sekarang semakin dinamis. Bapak Ibu sekalian kalau boleh saya tambahkan sedikit, Perang Dunia menghasilkan dua super power Uni Soviet dengan Pakta Warsawanya, kemudian sekutu dengan NATO-nya itu menyebabkan kata-kata bung Hatta sebagai Wapres yang terkenal seali  ‘bagaimana kita mendayung di antara dua karang’.

Dubes Muhammad Najib memberikan pidato sambutan dihadapan rombongan Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di Madrid Spanyol

Ketika Uni Soviet bubar karena kalah perang di Afganistan maka hanya tinggal menyisakan satu super power. Sekarang sudah tidak ada super power lagi karena itu saya bergembira sekali kalau belakangan para politisi di Indonesia para pejabat di Indonesia sudah lebih high profile berani mengatakan tidak, kita ini posisinya sangat diuntungkan karena Indonesia konsisten sebagai anggota nonblok sehingga semua negara yang potensial bisa menjadi teman kita.

“Saya dulu di Komisi Tujuh ini sedikit pengalaman melihat banyak sekali potensi yang bisa dikapitalisasi tetapi tidak bisa menjadi sesuatu, karena kita terlalu takut. Takut melakukan ini, takut melakukan itu, takut di Embargo ini, takut di Embargo itu. Nah sekarang saya kira tidak ada lagi yang perlu ditakutkan hanya saja, kita perlu lebih elegan, lebih berpikir jangka panjang dan seterusnya. saya ingin mengakhiri dengan mengingatkan kita semua Barat itu seringkalii menggunakan double standar. Dobel standar dalam hal politik doubble standar dalam hal demokrasi, dobble standar dalam hal lingkungan, double standar dalam hal HAM dan yang lain-lainnya. Dan sekarang ya seluruh mata kita dipertontonkan setiap hari bagaimana peristiwa di Gaza dan Tepi Barat itu yang kata mereka peduli HAM, kata mereka kita harus melindungi indigenous people. Orang Palestina sebagai indigenous people di wilayahnya itu seperti dihadapkan pada dua pilihan meninggalkan tanah kelahirannya atau mati. Nah karena itu sekarang di Spanyol ini marak sekali demo-demo hampir semua Universitas melakukan demo Pro Palestina. Saya kira itu mudah-mudahan ada manfaatnya,” tutupnya.

Saksikan video selengkapnya sibawah ini:

EDITOR: REYNA




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=