Mengunjungi Airbus Spanyol: Memperkuat Kerja Sama PT DI Dengan Airbus Spanyol

Mengunjungi Airbus Spanyol: Memperkuat Kerja Sama PT DI Dengan Airbus Spanyol
Dubes Muhammad Najib diterima pimpinan Airbus Spanyol




ZONASATUNEWS.COM, MADRID – Duta Besar RI untuk Spanyol dan UNWTO, Dr Muhammad Najib sedang mengnjungi perusahaaan pesawat terbang Airbus Spanyol, yang berada di kota Sevilla. Dubes melihat semua fasilitas produksi dalam industri itu.

Dahulu bernama Casa Spanyol milik Pemerintah Spanyol dan menjalin kerjasama dengan PT Nurtanio, sebelum berganti nama menjadi IPTN lalu menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Salah satu prestasi luar biasa kerjasama PT Nurtanio dan Casa Spanyol yaitu keberhasilannya dalam memproduksi pesawat CN 235.

Dubes Muhammad Najib di area industri Airbus Spanyol, dengan latar belakang tugu pesawat CN 235 kerjasamama PT Nurtanio/IPTN dengan Casa Spanyol (sebelum berubah menjadi Airbus Spanyol)




“Pesawat CN 235 dibuat tugu dan diletakkan dipintu masuk pabrik Airbus Spanyol saat ini. PT Casa Spanyol saat ini sudah tidak ada. Diakuisisi oleh Airbus, dan Airbus ini memang diesain menjadi industri pesawat terbang Uni Eropa. Karena itu CN 235 tidak diproduksi lagi setelah akuisisi yang dilakukan tahun 2001. Kemudian Airbus memproduksi sendiri dengan nama C 295 ,” kata Dubes Najib.

Tetapi di Indonesia, menurut Dubes Najib, CN 235 masih diproduksi. Banyak negara yang tertarik untuk membeli baik di Asia Tenggara, seperti Filipina dan Thailand, dan negera lain seperti Emirat Arab, dan beberapa negara Afrika. Oleh karena itu Indonesia masih mempunyai hak untuk memproduksinya.

Dubes Muhammad Najib diterima pimpinan Airbus Spanyol

Disisi lain, lanjut Dubes Najib, Airbus tidak memproduksi pesawat disatu lokasi. Komponen pesawat diproduksi di beberapa negara Eropa. PTDI sendiri, juga memproduksi beberapa komponen dari Airbus.

“Sekarang ini membuat pesawat bisa knowdown. Sayapnya dibuat dimana, mesinnya dibuat dimana, ekornya imana, rodanya dimana, kemudian digabung. Disini adalah salah satu tempat assemblingnya (menggabung-gabungkannya). Ini menjadi sangat penting, khususnya terkait produksi Airbus yang berkaitan dengan kepentingan militer,” ungkap Dubes Najib.

Indonesia juga memesan produk untuk kepentingan militer ini yang sekarang sedang diproduksi.

“Karena itu saya berkepentingan melihat kondisi di lapangannya, kemudian berkolaborasi, dan lebih dari itu saya berpikir, bagaimana bisa menghidupkan kembali PTDI, dengan cara kolaborasi dan memproduksi desain-desain baru sesuai dengan keperluan dalam negeri, dan juga yang kira-kira diperlukan pasar internasional. Khususnya bagi negera-negara dunia ketiga yang memerlukan jenis-jenis pesawat dengan spesifikasi tertentu. Artinya masih ada ruang, masih ada pasar spesifik yang bisa kita raih, diluar peman-pemain besar seperti Airbus di Eriopa atau Boeing di Amerika ,” ujar Dubes Najib.

Lebih dari itu, lanjutnya, kita perlu menekuni teknologi, karena menguasai teknologi itu menjadi bagian tak terhindarkan dalam kompetisi global saat ini dan kedepan.

Type pesawat militer produksi Airbus Spanyol, termasuk pesanan untuk kepentingan militer Indonesia

Penguasaan teknologi bukan saja meningkatkan SDM kita, tetapi juga kompetisi didalam masalah ekonomi. Karena kemampuan teknologi akan meningkatkan daya saing ekonomi, dan itu akan meningkatkan kesejahteraan.

Lebih dari itu, papar Dubes Najib, penguasaan teknologi juga akan meningkatkan kemampuan militer, yang berimplikasi pada negosiasi politik.

“Karena itu saya harap warisan pak Habibie kita rawat dan kita kembangkan, baik yang berupa PTDI maupun industri-industri strategis yang lainnya, seperti PT PAL, PT INKA, dan seterusnya. Mudah-mudahan keberadaan saya disini bisa membantu meningkatkan kolaborasi khususnya dengan pemerintah Spanyol dan masyarakat Uni Eropa pada umumnya,” pungkas Dubes Najib melalui channel youtube Wisma Duta RI Madrid.

EDITOR: REYNA







banner 468x60