Muhammad Najib: Saatnya Muhammadiyah Go Internasional

Muhammad Najib: Saatnya Muhammadiyah Go Internasional
Dr Muhammad Najib, Duta Besar RI untuk Spanyol




ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA – Dubes RI untuk Spanyol dan UNWTO,Dr Muhammad Najib menjadi salah satu narasumber dalam “Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48”, yang diadakan tanggal 31 Mei 2022. Seminar berlangsung secara online.

Pada kesempatan itu, Dr Muhammad Najib membawakan makalah berjudul “Saatnya Muhammadiyah Go Internasional, Sebuah Visi Masa Depan”.

Peluang Tajdid Baru, Perlu Mindset Baru

Dalam paparannya, Dubes Muhammad Najib menjelaskan, dunia kini semakin sempit dengan semakin canggihnya sarana transportasi, baik terkait orang maupun barang. Sarana komunikasi semakin mudah dan murah (Link, Video call WA, Zoom, dll)

Disamping itu, menurutnya, masifnya penggunaan media sosial mengakibatkan hilangnya batas antar negara.

“Dengan kata lain kini kita hidup sebagai bagian dari masyarakat global yang semakin sempit. Perbedaan bahasa bukan lagi menjadi hambatan, karena berkembangnya berbagai translater platform membuat semua berita baik lisan maupun tulisan bisa ditranslate secara langsung,” paparnya.

Modal Fisik dan SDM Muhammadiyah

Muhammad Najib menguraikan, Muhammadiyah memiliki modal fisik yang besar seperti, banyaknya universitas, banyaknya sekolah, banyaknya rumah sakit, dan amal usaha lain.

Lebih dari itu, lanjutnya, Muhammadiyah juga memiliki modal SDM yang besar, seperti tokoh agama dan cendekiawan Islam yang berafiliasi ke Persyarikatan.

Belum lagi dosen dan guru di berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, baik yang berada dibawah payung Persyarikatan, non-Persyarikatan, maupun Perguruan Tinggi Negri

“Muhammadiyah juga memiliki modal SDM seperti pekerja professional seperti dokter, insinyur, akuntan, dan berbagai profesi lain baik yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah, BUMN, Perusahan Swasta, dan Wiraswasta,” jelasnya.

Nama Besar Muhammadiyah

Dubes Najib menegaskan, Muhammadiyah sudah dikenal di dunia sebagai lembaga dakwah yang memiliki amal saleh sosial, khususnya melalui lembaga pendidikan dan rumah sakit, serta amal sosial lainnya

Muhammadiyah juga dikenal sebagai lembaga dakwah yang melek sain dan teknologi (berkemajuan)

“Muhammadiyah juga dikenal sebagai lembaga dakwah yang mampu menterjemahkan Islam sebagai Rahmatan Lilalamin (Al Qur,an Surah Al Anbiya Ayat 107) di era industri yang serba canggih karena kemajuan iptek saat ini,” ungkapnya.

Peluang di Luar Negri

Muhammad Najib menjelaskan perlunya Muhammadiyah memperluas medan dakwah di luar negri. Dengan begitu, maka banyaknya sumber daya manusia yang dimiliki Muhammadiyah akan tersalurkan

Kader-kader Muhammadiyah dinilainya juga akan memiliki wawasan global

Dia berlasan, banyak masyarakat Muslim di luar negri yang masih jumud termasuk yang tinggal di sejumlah negara Muslim memerlukan sentuhan Muhammadiyah.

Dia mencontohkan, masyarakat Muslim di banyak negara belum bisa menterjemahkan Islam Rahmatan Lilalamin (Al Qur,an Surah Al Anbiya Ayat 107)

Oleh karena itu, menurutnya, banyak potensi dan sumber daya manusia di berbagai negara yang bisa dimanfaatkan untuk menambah syiar dakwah Muhammadiyah

Keuntungan di Dalam Negri

Pada akhirnya, Muhamma Najib berpandangan, akan terjadi percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah di dalam negeri.

Begitu pula akan terjadi peningkatan kualitas berbagai Amal Usaha Muhammadiyah sehingga memenuhi standar internasional, khususnya yang terkait Pendidikan dan Rumah Sakit dengan cara kerjasama, tukar-menukar guru, dosen, siswa dan mahasiswa, dll.

“Akan mendorong munculnya ide-ide baru (ijtihad) terkait lahan dakwah yang selama ini belum tersentuh oleh Persyarikatan, serupa dengan MDMC,” jelasnya.

Bagaimana Memulainya?

Dubes Najib memberikan contoh praktis bagaimana memulai program tersebut. TVMU harus dikembangkan tidak hanya berbahasa Indonesia, tetapi juga berbahasa Arab dan Inggris

Demikian juga, dapat memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi di bidang IT untuk mengenalkan Muhammadiyah, khususnya berbagai platform yang sudah popular seperti IG, Twitter, Face Book, Youtub, dsbnya.

“Petakan negara sasaran yang menjadi prioritas berdasarkan potensi yang dimiliki negara-negara tersebut.Manfaatkan aktifis Muhammadiyah yang berada di luar negri, baik yang menjadi diaspora secara permanen maupun yang temporer seperti mahasiswa atau pekerja musiman,” terangnya.

Program Kerja

Sebelum menyusun Program Kerja, Dubes Najib menyarankan, harus dirumuskan terlebih dahulu Strategi Jangka Panjang, Menengah, dan Pendek.

Begitu juga, struktur organisasinya harus jelas, dengan kata lain dimana posisinya di PP Muhammadiyah agar punya otoritas yang besar

“Alokasikan anggaran yang memadai.Libatkan PTM-PTM yang besar dan Rumah Sakit, serta Amal Usaha yang sudah siap Go Internasional. Sementara yang belum siap tetap dilibatkan sesuai dengan kemampuannya,” ungkapnya.

Lahan Ijtihad Baru di Tingkat Global

Dubes Najib juga memberikan contoh beberapa lahan ijtihad baru di tingkat global, misalnya emansipasi perempuan di Negara Muslim, Ekonomi Syariah, membangun persatuan Dunia Islam (OKI dan Liga Arab yang sekarang sedang lumpuh).

“Tentang demokrasi di negara muslim, Hak Asasi Manusia (HAM), kepedulian tentang lingkungan, dan perdamaian dunia  adalah beberapa contoh lahan ijtiha baru ditingkat global yang bisa dimasuki oleh kader Muhammaiyah,” tegasnya.

EDITOR: REYNA







banner 468x60