Peluang Kerjasama SMA Muhammadiyah Bali Dengan Sekolah Internasional di Madrid

Peluang Kerjasama SMA Muhammadiyah Bali Dengan Sekolah Internasional di Madrid
Dubes RI untuk Spanyol Dr Muhammad Najib mendampingi kunjungan Kepala Sekolah Muhammadiyah Buleleng Bali (Ella) dan Pimpinan Muhammadiyah Buleleng Bali (Ali Susanto) ke Sekolah Internasional GSD (Gredos San Diego) Buitrago di Spanyol. Dari kiri ke kanan: Ali Susanto, Dubes Muahammad Najib, Ella.




ZONASATUNEWS.COM, MADRID – Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Dr Muhammad Najib sedang mendampingi Ibu Ella, Kepala Sekolah SMA Muhammaiyah Buleleng Bali dan Ali Susanto, Ketua Pimpinan Muhammadiyah Buleleng Bali.

Dubes Najib menjelaskan, mereka berdua sedang menjajaki peluang kerjasama dengan sekolah internasional GSD (Gredos San Diego) Buitrago di Spanyol yang telah memiliki 8 cabang disekitar kota Madrid.

Dan juga sudah melakukan kolaborasi dengan berbagai negara. Siswanya bukan hanya dari Spanyol saja, tetapi berasal dari berbagai negara.

Melihat fasilitas di Sekolah Internasional GSD di Buitrago




“Saya melihat dan memilih sekolah ini, disamping membuka pintu untuk berkolaborasi dan bekerjasama dengan sekolah Muhammadiyah Bali, lebih dari itu secara emosional Kepala Sekolah ini bernama Marc, orang Spanyol asli yang isterinya orang Indonesia asli asal Banyuwangi, Mbak Sinta. Tentu ada hubungan hati diantara kita, dan ini harus dilihat sebagai peluang dan berbagai peluang kerjasama. Tadi kita diskusikan. Moga-moga (peluang ini) tidak hanya dinikmati oleh sekolah Muhammadiyah di Bali, tetapi juga sekolah Muhammadiyah lainnya di Indonesia, dan sekolah-sekolah muslim di Bali. Karena nama Bali memiliki daya tarik bagi masyarakat Spanyol,” kata Dubes Muhammad Najib melalui channel Youtube Wisma Duta RI Madrid.

Dalam keterangannya, Kepala Sekolah Muhammadiyah Buleleng Bali, Ella, merasa senang dan bersyukur atas undangan Dubes Muhammad Najib untuk berkunjung dan menjajaki kerjasama dengan sekolah internasional di Spanyo tersebut.

Menurut Ella sekolah ini cukup terkenal di Madrid yang telah memiliki beberapa cabang yang didirikan dengan sistem kooperasi, dimana pengelolaannya diserahkan kepada pemilik saham.

Beberapa fasilitas di GSD Buirago: kolam renang dan lapangan olahraga

“Kami berharap dapat menjalin kerjasama menjalain MOU atau sister school sehingga bisa memberi peluang kepada anak didik kami di Denpasar khususnya untuk dapat bekerjasama seperti pertukaran pelajar atau melakukan aktivitas online, misalnya. Sehingga dengan mendapatkan pengalaman diluar, dapat berkembang dan lebih inovatif dari sebelumnya,” ujar Ella

Senada, Ali Susanto, Ketua Pimpinan Muhammadiyah Buleleng Bali mengaku kunjungannya ke Spanyol memberikan pengalaman berharga dan sangat menarik. Karena bisa melihat pengelolaan sebuah pendidikan internasional.

“Kami merasa sangat mungkin mengadopsi hal-hal yang baik dan bisa dikembangkan di seklah Muhammadiyah di Bali. Kedua, ada kesempatan yang bisa disambut baik, kerjasama secara permanen atau kapanpun bisa dilakukan. Anak-ana kami di SMA, SMP atau SD bahkan yang pra sekolah, untuk dapat dikenalkan dengan budaya pergaulan internasional,” kata Ali Susanto.

Ali menilai lembaga ini sangat bagus dalam mengenalkan pola-pola pergaulan, termasuk cara mendidik anak. Ali melihat hal ini sebagai ksempatan emas yang luar biasa.

“Kedepan anak-anak kita perlu dibuka wawasannya, dikenalkan area pergaulannya, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi segala tantangan kedepan. Dan kesempatan ini tentu terima kasih kepaa Bapak Muhammad Najib yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melihat langsung, berdialog langsung di Spanyol. Muhammadiyah sebenarnya bisa kesempatan untuk mengadopsi dan mengadaptasi hal-hal baik,” ujar Ali.

Sementara itu Sinta dan suaminya Marc sangat senang dikunjungi oleh pimpinan sekolah Mhammadiyah Bali. Sinta bekerja di yayasan yang mengelola sekolah internasional GSD (Gredos San Diego) Buitrago di Spanyol ini. Sementara Marc, suami Sinta, adalah prinsipal atau kepala sekolahnya.

“Kami senang sekali dikunjungi sekolah yayasan Muhammadiyah di Bali. Dengan kunjungan beliau (Bu Ella) kami coba mengeksplorasi kerjasama antar kedua institusi dan untuk memperkenalkan masyarakat diluar tentang program sekolah di Spanyol ini,” ungkap Sinta.

Kepala Sekolah Internasional GSD di Buitrago Spanyol, Marc(kiri baju batik), Sinta pengelola sekolah, dan pimpinan wilayah di Buitrago

Sementara Marc dengan memakai baju batik kesenangannya, mengatakan, sebagai sekolah lembaganya menawarkan semua jenis tahapan dalam pendidikan dari dasar hingga menengah. Lembaganya menawarkan pendidikan sarjana dan kejuruan, pelatihan kejuruan dasar, menengah dan tinggi.

“Kami mengikuti kurikulum nasional tetapi kami juga memiliki proyek pengambanan kami sendiri. Kami mengikuti kurikulum kami sendiri. Jadi kami punya apa yang kami sebut Immersion Bachelor untuk siswa yang bahasa Spanyol bukan bahasa asli mereka. Dan kami juga menawarkan Internasional Baccelaureate-IB. Kami menyambut kedatangan anda dan jangan ragu mengunjungi sekolah kami,” kata Marc, kepala sekolah internasional GSD Buitrago.

EDITOR: REYNA







banner 468x60