Rumah Sakit Huoshenshan Tiongkok Sama Dengan Kuburan Massal Pasien

Rumah Sakit Huoshenshan Tiongkok Sama Dengan Kuburan Massal Pasien
Rumah Sakit Huoshenshan untuk penampungan korban virus corona jenis baru di Wuhan, China




ZONASATUNEWS.COM–Sebuah video yang dilansir oleh ET News (Epoch Times News) yang berdurasi 5,59 menit itu menyiarkan pernyataan seorang dokter asal Beijing. 

Rumah Sakit Huoshenshan (RSH) yang dioperasikan mulai 3 Februari 2020 itu tak ada bedanya dengan kuburan massal. Penderita demam langsung meninggal ditempat, katanya.

Media komunis Tiongkok menyebut RSH diserahkan pengelolaannya secara resmi kepada pihak militer Tingkok pada 2 Februari 2020.

Setelah pengalihan maka 1400 staf medis militer Tiongkok akan merawat pasien yang terinveksi virus corona jenis baru ini. RSH dibangun diatas tanah seluas 30.000 meter persegi, memiliki 419 bangsal dengan 1000 tempat pembaringan.




Sejak 3 Februari 2020 sudah banyak pasien yang dikirim ke RS tersebut. Jin Peng seorang komentator asal Tiongkok yang tiggal di AS mengungkapkan bah RSH dikelola oleh 1400 staf medias militer.

“Niat sesungguhnya adalah membarkan pasien terinfeksi disana menemui nasibnya sendiri,” katanya.

Jika mereka bisa diselamatkan maka mereka beruntung, jika tidak bisa diselamatkan maka tentara yang biasanya mematuhi instruksi akan lebih mudah diperintahkan untuk menghilangkan rasa sakit bagi pasien yang sudah kritis.

Kam konsentrasi kematian 

Ada nitizen yang menyebutkan, setelah diambil alih oleh pihak militer, itu berarti RSH telah berubah menjadi “kam konsentrasi kematian”. Hanya ada yang masuk, tidak ada yang keluar. RSH ketika itu bahkan memasukkan pasien yang masih bernafas kedalam tubuh kremasi (crematorium= rumah pembakaran mayat)

Partai komunis Tiongkok selalu mengabaikan kehidupan demi mempertahankan kekuasannya. Mereka tidak segan-segan untuk mengekskusi pasien.
Pernyataan senada disampaikan seorang ahli senior dari sebuah RS di Beijing.

Menurutnya setelah RSH dibangun dalam waktu singkat dan menugaskan 1400 staf medis militer untuk mengelolalnya, rasanya tidak sulit untuk menduga bahwa RSH itu juga akan dioperasikan persis sama dengan model pengoperasian RS Xiaotangshan, membiarkan penderita demam langsung hilang ditempat.

Dilansir BBC, rumah sakit yang dibangun di Wuhan pada dasarnya sama dengan yang pernah dibangun China pada 2003 lalu.

Pada 2003, Cina mendirikan sebuah rumah sakit di pinggiran Beijing dalam waktu kurang dari sepekan untuk memenuhi peningkatan jumlah pasien penderita SARS. Wabah penyakit yang terjadi pada 2002-2003 itu menewaskan 349 orang di China dan 299 lainnya di Hong Kong.

“Terus terang itu adalah membangun kuburan medis. Kuburan untuk orang hidup.Kuburan untuk orang mati. Diobati kalau tidak membaik lalu dibakar. Usai dibakar habislah,” katanya.

Seorang dokter bermarga Wang dari pusat pertolongan darurat dari kota Wuhan telah meminta pertolongan dari dunia luar mengungkapkan bahwa jumlah kematian akibat pneumonia Wuhan sangat mengejutkan.

Ketika epidemi masih ditingkat awal, jenasah dirumah sakit masih dalam kisaran yang bisa ditangani, sehingga mereka dikirim kerumah duka. Tetapi kemudian dengan bertambah banyaknya pasien yang meninggal RS tak sanggap lagi menanganinya dengan cara biasa. Jadi semua RS menggunakan truck untuk memindahkan jenasah, tetapi tidak ada yang tahu kemana dan bagaimana jenasah itu ditangani.

Selan itu banyak pasien meninggal dirumah tanpa dirawat di RS. Ada juga sejumlah besar pasien yang telah terinveksi tetapi belum didiagnosa dokter. Jumlahnya sangat besar sampai tak terhitung.

Ada juga sejumlah besar orang yang diduga terinveksi dan langsung dimasukkan keruang isolasi RS komunitas. Terkecuali ada orang yang menaruh makanan setiap hari didiepan pintu. Mereka pada dasarnya tidak ada yang datang merawatnya. Mereka hidup dalam situasi yang buruk.

Ada sebuah sumber menyatakan bahwa orang yang dimasukkan kedalam ruang isolasi pada dasarnya tidak dapat keluar lagi. Sewaktu-waktu menemui ajalnya karena situasi memburuknya kesehtan dan tidak ada yang menolong.

Berapa banyaknya pasien ditempat-tempat isolasi komunitas seperti ini, dunia luar tidak ada yang tahu.

Ribuan orang tidur bersama dalam sebuah bangsal RS baru

Selain RSH, juga dibangun RS Leishenhan yang berdir diatas tanah seluas 75000 meter persegi dgengan 1500 tempat pembaringan juga sudah diserahkan pada 5 Februari 2020, dan menerima pasien keesokan harinya.

Pada saat yang sama otoritas Wuhan juga membangun RS model gudang di 3 distrik yang menyediakan 3800 tempat pebaringan. Namun paparan interiornya di internet membuat geger sejumlah nitizen.

Sebuah foto memperlihatkan bahwa tdk ada penyekat antara ribuan pembaringan, yang setara dengan semua pasien berada dalam satu ruang yang memudahkan penularan satu sama lain.

Meskpun ada foto yang memperlihatkan rumah sakit model gudang memiiki penyekat antar pembaringan, tetapi bagian atasnya terbuka. Udara yang bebas bersirkulasi tentu saja masih meyebarkan virus. Bisa dibayangkan bahwa jika ada pasien yang meraung karena sakit, maka pasien segudang itu tidak bisa tidur atau istirahat.

Hal yang lebih menakutkan lagi adalah pasien yang dikirim ke tempat itu akan mempercepat kematian akibat inveksi silang.

Banyak nitizen yang berpendapat itu bukan rumah sakit, tetapi “kam konsentrasi kematian”. Pasien hanya bisa masuk, tidak bisa keluar. Pasien yang sudah terinfeksi virus Wuhan atau baru terduga, yang dimasukkan ketempat itu sama saja divonis mati. Hanya mempercepat datangnya ajal.

Saksikan video selengkapnya diawah.








Tags: , ,
banner 468x60