WHO Tanggapi Isu Efek Vaksin Pfizer dan Moderna Sebabkan Peradangan Jantung

WHO Tanggapi Isu Efek Vaksin Pfizer dan Moderna Sebabkan Peradangan Jantung
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Director General of the World Health Organization (WHO), addresses a press conference about the update on COVID-19 at the World Health Organization headquarters in Geneva, Switzerland, Monday, Feb. 24, 2020. (Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP)Tedros Adhanom Ghebreyesus (Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP)




ZONASATUNEWS.COM–Peradangan jantung menjadi salah satu efek samping yang ditemukan dari yang sama-sama berbasis Mrna tersebut.

Komite Keamanan European Medicines Agency (EMA) mengatakan, kondisi tersebut dinamakan sebagai miokarditis dan perikarditis. EMA menyebut itu harus terdaftar sebagai efek samping dari dua vaksin mRNA. EMA menambahkan bahwa kasus seperti itu terutama, terjadi dalam 14 hari setelah vaksinasi.

Merespon temuan EMA tersebut, mengutip Reuters, Senin (12/7/2021) akhir pekan lalu Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, meski demikian manfaat yang ditawarkan vaksin Covid-19 jenis mRNA seperti Pfizer dan Moderna masih lebih besar daripada risiko yang sangat kecil, dapat menyebabkan peradangan jantung.

Vaksin Covid-19

Panel penasihat WHO menilai, pemberian vaksin Covid-19 seperti Moderna dan Pfizer bisa membantu mengurangi tingkat keparahan sehingga mengurangi rawat inap dan kematian.

“Kasus miokarditis dan perikarditis yang sangat jarang telah diobservasi pasca vaksinasi dengan vaksin Covid-19 Mrna (merujuk pada vaksin Pfizer dan Moderna). Manfaat vaksin Covid-19 dengan teknologi mRNA lebih besar daripada resikonya dalam mengurangi rawat inap dan kematian akibat infeksi Covid-19,” bunyi pernyataan WHO.

WHO menambahkan, data yang tersedia menunjukkan bahwa kondisi miokarditis dan perikarditis setelah suntik vaksin ini umumnya tergolong ringan dan merespon dengan pengobatan dengan istirahat atau obat antiinflamasi nonsteroid. Tapi kasus resiko ini, masih terus ditindak lanjuti.

“Follow up-nya sedang berlangsung untuk menentukan hasil jangka panjang,” tambah WHO.

Diingatkan bagi orang-orang yang mengalami efek samping yang menunjukkan gejala miokarditis dan perikarditis, untuk segera mencari pertolongan medis.

“Orang yang divaksin harus harus diinstruksikan untuk mencari pertolongan medis segera jika mereka mengalami gejala yang menunjukkan miokarditis atau perikarditis seperti onset baru (serangan atau awal mula munculnya penyakit), nyeri dada yang menetap, sesak napas, atau palpitasi setelah vaksinasi,” pungkas WHO.

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60