Waspada, seorang wanita asal China yang tidak menunjukkan gejala, menjadi penyebar virus corona di Jerman

Waspada, seorang wanita asal China yang tidak menunjukkan gejala, menjadi penyebar virus corona di Jerman




ZONASATUNEWS.COM–Para ilmuwan melaporkan seorang perempuan asal China yang tidak mengalami sakit dan menunjukkan gejala lainnya menyebarkan virus kepada seorang pria di Jerman, selama perjalanan bisnis di sana. Infeksi kemudian terjadi kepada beberapa rekan kerja lainnya, sebelum menunjukkan gejala apapun.

“Penularan asimptomatik yang disebut ini “membebani proses penyaringan,” yang sangat bergantung pada gejala untuk mendeteksi kasus dan melacak kontak dekat untuk membatasi penyebaran,” kata Fauci, seorang ilmuwan.

“Jika virus dapat bergerak secara luas dari orang ke orang atau tanpa menyebabkan gejala, itu akan menyebar lebih jauh dan mungkin lebih lama dari yang kita harapkan,” kata Dr Ashish Jha, seorang profesor kesehatan global Universitas Harvard.

Thermal detector disiagakan untuk mendeteksi gejala virus corona (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)




Ilmuwan China memperkirakan masa inkubasi rata-rata virus corona adalah sekitar lima hari, namun bisa bertahan hingga dua pekan. Potensi masa inkubasi yang lama seperti ini yang kemudian bisa menjadi masalah.

“Orang-orang dapat pindah dan bahkan tidak mengingat tempat-tempat di mana mereka mungkin telah terpapar virus,” jelas Webster.

Sulit menentukan orang yang terinfeksi

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan, masih sulit untuk menentukan siapa saja orang yang terinfeksi. Meski telah melakukan beberapa tes, namun keakuratannya masih diragukan.

Terlalu sedikit yang diketahui mengenai metode untuk pemeriksaan lebih lanjut atas infeksi virus corona. Kemungkinan banyak yang bisa dilewatkan saat seseorang benar-benar tidak memiliki gejala tersebut.

Ilustrasi virus corona (2019-nCov)

“Jika kita memiliki tes yang benar-benar akurat yang sangat sensitif dan sangat spesifik, maka kita bisa menguji orang dan berkata mereka baik-baik saja. Kami tidak tahu keakuratan tes ini. Kami tidak tahu keakuratan tes ini,” ujar Fauci.

Jika terkonfirmasi, laporan yang baru dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine ini akan menjawab pertanyaan besar tentang transmisi virus corona jenis baru yang sedang mewabah.

Untuk diketahui, beberapa jenis virus, seperti SARS, yang juga virus corona hanya menular ketika orang yang terinfeksi menunjukkan gejala.

Sebaliknya, penyakit flu yang juga disebabkan oleh virus corona bisa menularkan virusnya sehari atau dua hari setelah mereka terinfeksi, bahkan saat gejalanya belum muncul.

Saat di Jerman wanita China tidak menunjukkan gejala

Dalam kasus yang ditemukan di Jerman ini, virus corona Wuhan tampaknya lebih mirip penyakit flu, tetapi ia bisa menyebabkan dua generasi kasus, yakni orang yang tertular kemudian menularkannya ke orang lain.

Dituturkan oleh para ahli dalam jurnal, seorang wanita dari Shanghai, China, datang ke Jerman untuk urusan kerja pada tanggal 19-22 Januari 2020.

Zona karantina virus corona di China. Jumlah penduduk meninggal akibat terinfeksi virus corona sampai hari ini tercatat mencapai 1,013 orang. (STR / AFP)

Selama di Jerman, dia tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit pneumonia Wuhan sama sekali. Akan tetapi, dia kemudian menjadi sakit ketika terbang kembali ke China.

Hasil pemeriksaan yang keluar pada tanggal 26 Januari mengonfirmasikan bahwa wanita ini telah terinfeksi virus corona Wuhan.

4 pasien di Jerman diisolasi

Pada tanggal 24 Januari, seorang pengusaha Jerman berusia 33 tahun yang bertemu dengan wanita itu pada tanggal 20 dan 21 Januari 2020 tiba-tiba mengalami sakit tenggorokan, kedinginan dan pegal linu. Keesokan harinya, dia juga mengalami demam dan batuk-batuk.

Setelah merasa lebih baik, pengusaha Jerman ini lantas kembali bekerja pada tanggal 27 Januari 2020.

Setelah wanita Shanghai itu dikonfirmasi terinfeksi virus corona, para detektif Jerman menghubungi semua orang yang sempat bertemu dengannya, termasuk si pengusaha Jerman.

Meskipun tampak sudah sehat saat pemeriksaan, rupanya pengusaha tersebut masih terinfeksi virus corona. Tiga orang rekan kerja pengusaha tersebut juga ditemukan positif virus corona.

lustrasi pasien terinfeksi virus corona di China (Chinatopix via AP)

Namun, yang aneh adalah hanya satu dari ketiga rekan kerja ini yang pernah bertemu wanita Shanghai.

Saat ini, keempat pasien diisolasi di rumah sakit. Mereka semua tidak menunjukkan gejala pneumonia Wuhan.

Para ahli pun menulis dalam jurnal bahwa fakta bahwa seseorang yang tidak bergejala adalah sumber potensial dari infeksi 2019-nCoV mungkin menandakan perlunya penilaian ulang tentang dinamika transmisi dari wabah saat ini.

Juga terjadi di Singapura

Rupanya pola penyebaran yang terjadi di Jerman itu juga terjadi di Singapura. Departemen Kesehatan Singapura melaporkan 4 orang terinfeksi virus corona Wuhan, tanpa sebelumnya kontak dengan orang yang datang dari Wuhan (China) atau orang lain yang telah terinfeksi. Itu berarti kemungkinan virus telah menyebar di masyarakat. 

Singapura menerapkan “orange code” karena penyebaran virus meningkat : Farrer Park Primary School pupils during a temperature-checking exercise on Feb 7, 2020.ST PHOTO: KUA CHEE SIONG

Singapura karenanya meningkatkan siaga dan menaikkan bendera orange (orange code), sebagai simbul bahaya. 

Dengan Singapura sekarang di Code Orange, Departemen Kesehatan mengatakan pada hari Jumat (7 Februari) bahwa pihaknya memperkenalkan langkah-langkah tambahan “untuk meminimalkan risiko penularan lebih lanjut dari virus di masyarakat”.

Penekanannya sekarang adalah pada “secara agresif mencoba menghentikan atau membatasi penyebaran lebih lanjut”, menurut rencana kesiapan dan kesiapsiagaan pandemi Depkes, seperti dilaporkan The Straits Times (7/2/2020)

Editor :Setyanegara

 

 







Tags: , , , ,
banner 468x60