500 Orang Lebih Alumni UNS Solo Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

500 Orang Lebih Alumni UNS Solo Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi
Dekkarasi SMART PADI di Puri Kencono Ball Room Lor Inn hotel Solo, Jumat 11 Januari 2019

500 lebih alumni UNS Solo menghadiri deklarasi mendukung Prabowo-Sandi. Mereka bertekad memenangkan pasangan nomor 02 ini dalam Pilpres 2019

 

Solo, Zonasatu News–Puri Kencono Ball Room Lor In Solo Hotel penuh sesak. Jumat (11/1) Ratusan alumni UNS Solo hadiri deklarasi dukungan kepada pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Mereka tergabung dalam forum alumni Sebelas Maret Pendukung Prabowo-Sandi (SMART PADI).

M.Taufik Ketua SMART PADI menjelaskan, lebih dari 500 orang alumni hadir.
“Ruang berkapasitas 500 ini tidak ada yang kosong bahkan berdiri di belakang dan di luar gedung”, kata Taufik kepada Zonasatu News, Sabtu (12/1)

Dekkarasi SMART PADI Puri Kencono Ball Room Lor Inn hotel . Ruang berkapasitas 500 ini tidak ada yang kosong bahkan berdiri di belakang dan di luar gedung

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Jenderal (Purn) Djoko Santoso hadir dalam deklarasi itu. Selain deklarasi juga dihadiri oleh Laksamana (Purn) Edy Tejo, tokoh “Mega Bintang” PPP Mudrik SM Sangidoe, Dr,Purwanto Yudonagoro, serta aktivis Leus Sungkharisma.

Dihadiri Leus Sungkharisma, aktivis Jakarta

Sebelum menghadiri deklarasi, Djoko Santoso juga meresmikan Posko Pemenangan PADI yang berlokasi didekat rumah Jokowi. Sebelumnya pernah dilansir bahwa Jenderal asli Solo ini memang punya rumah disana.

“Kebetulan saya punya rumah didekat rumah Pak Jokowi. Jadi ya, dimanfaatkan untuk posko”, kata Djoko beberapa waktu yang lalu.

Posko ini satu diantara 4 posko yang akan didirikan di Solo. Karena Solo akan dijadikan pos komando untuk pemenangan PADI di wilayah Jawa Tengah.

Peresmian posko di dekat rumah jokowi oleh jendr. TNI Purn.Joko Santoso sebelum deklarasi Smart padi

4 Alasan mendukung

Sebelumnya, M.Taufik, Alumni Fakultas Hukum UNS tahun 1985 itu menjelaskan 4 alasan utama yang malatari munculnya dukungan itu.

Pertama, Alasan kondisi nasional yang tidak menguntungkan bagi bangsa ini jika tetap mempertahankan Jokowi. Sebab hampir di semua lini kehidupan bangsa ini tidak berdaulat,hukum,ekonomi dan dunia internasional.

Kedua, Negara ke-4 terbesar di dunia namun kerap hilang di forum internasional, misal pembahasan Rohingnya, Uyghur dll yang nota bene forum kepala negara justru diwakilkan setingkat menteri

Ketiga, Pemerintah menggunakan pendekatan kekuatan dan kekuasaan dalam menyelesaikan perbedaan pendapat sehingga layak disebut anti kritik terbukti UU ITE telah beralih fungsi seolah uu subversi

Keempat, Kesejahteraan masyarakat jauh panggang dari api, ditandai ambruknya BUMN yang berimbas pada gagal bayar dalam sektor kesehatan seperti BPJS yang tidak mampu mengcover orang miskin sakit karena uangnya untuk bangun tol.

“Kami SMART PADI bertekad memenangkan Prabowo-Sandi dalam Pilpres ini. Untuk Indonesia yang lebih baik”, tegas Taufik.

 

 

 

loading…

banner 468x60