Aktivis Reformasi 98: Imbauan Anies dari Yogya Sejuk dan Mendamaikan

Aktivis Reformasi 98: Imbauan Anies dari Yogya Sejuk dan Mendamaikan
Aktivis Reformasi 98 Andrianto: Imbauan Anies dari Yogya Sejuk dan Mendamaikan




ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA – Pesan dan imbauan Capres Partai NasDem Anies Baswedan kepada pendukung dan relawannya di Yogyakarta sangat membesarkan hati. Perlu diapresiasi sebagai imbauan yang sejuk dan mendamaikan. Sebab, itu merupakan imbauan yang menyatukan anak bangsa, bukan imbauan yang memecah-belah dan membuat rakyat terkotak-kotak dalam perbedaan dan pertentangan.

Komitmen Total Gubernur Anies Baswedan untuk Udara Bersih Masyarakat
Aktivis dan tokoh reformasi 98 Andrianto menyatakan hal itu kepada KBA News, Sabtu (19/11), menyoroti pesan Anies dalam acara Relawan Forum Ka’bah Membangun (FKBM) di Yogyakarta, Rabu (16/11). “Imbauan Anies bervisi negarawan yang memandang masa depan. Seharusnya memang begitu. Kontentasi politik hendaknya tidak membuat bangsa ini terpecah-belah,” katanya.

Ketika menerima deklarasi pencalonan dari Relawan FKM dalam sambutannya Anies menyatakan antara lain: Relawan kita mesti menjadi pemersatu, keberadaan relawan bukan pemecah-belah. Tunjukkan kepada publik bahwa relawan kita ingin berkontribusi terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

“Masih banyak ungkapan Anies yang lain, tetapi saya menangkap itulah poin penting bagi Anies. Relawan Anies dilarang untuk melakukan serangan kepada calon lain, walaupun Anies tahu dan sadar bahwa relawan lain menyerangnya dengan ganas dan kadang-kadang tidak beretika. Mem-framing bahwa Anies menjalankan politik identitas. Padahal, kalau kita lihat, yang menjalankan politik identitas itu justru adalah mereka,” kata Andrianto yang hadir saat Anies menerima deklarasi FKM pimpinan tokoh senior PPP Habil Marati.

Langkah Brilian

Menurut aktivis Forum Menemukan Kembali Indonesia (FMKI) itu, Habil Marati dan kawan-kawan telah melakukan langkah brilian mengumumkan deklarasi itu di Yogyakarta. Berdasarkan sejarah, Yogya adalah kota tua yang sudah berusia ratusan tahun dan merupakan sumbu bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Melaksanakan kegiatan politik di Yogya seakan menunjukkan bahwa politik Indonesia mestinya kembali ke semangat awal revolusi, yaitu perjuangan untuk memerdekakan seluruh rakyat Indonesia.

Saat ini, kata Andriato ada kesan bahwa politik dan ekonomi hanya dikuasai oleh kelompok tertentu, yang bertujuan jauh dari kepentingan rakyat dan cita-cita kemerdekaan Indonesia. FKM seakan ingin mengambil kembali semangat perjuangan Kota Yogya dengan mengumumkan deklarasi pencalonan Anies di sana.

“Apalagi Anies memang mempunyai masa lalu di Kota Gudeg tersebut. Masa kecil, SMP, SMA dan mahasiswanya dihabiskannya di kota itu. Wajar kalau langkah Anies menuju ke posisi Presiden dimulai di kota itu. Wajar kalau sambutan kepada Anies sangat semarak, meriah dan membesarkan hati,” kata mantan aktivis HMI Cabang Jakarta.

Yang lebih menggetarkan, tambahnya, deklarasi dengan massa sebanyak itu bukan dilakukan oleh partai politik tetapi oleh relawan dan pendukung. Tidak salah jika dikatakan, ini adalah acara deklarasi terbesar yang dilakukan relawan. Jauh lebih semarak dan lebih banyak massa yang hadir dibandingkan dengan acara partai politik.

“Januari 2019, saya ikut acara deklarasi Pasangan Capres Prabowo-Sandi di tempat yang sama yang dilakukan oleh koalisi parpol. Namun saya lebih mengapresiasi acara FKM sebagai lebih berisi, trengginas dengan format acara sederhana namun berkarakter. Acara sepenuhnya dikendalikan para relawan, walaupun dalam kesempatan itu elemen partai seperti PKS, Demokrat, NasDem hadir. Juga hadir orang-orang dari Golkar dan Gerindra,” demikian Andrianto. (kba)

EDITOR: REYNA







banner 468x60