Alumni GMNI Terlibat Kasus PAW Politisi PDI-P, GMNI : Semua Pihak Yang Terlibat Harus Ditindak Tegas

Alumni GMNI Terlibat Kasus PAW Politisi PDI-P, GMNI : Semua Pihak Yang Terlibat Harus Ditindak Tegas
DOKUMEN GMNI : Ketua Umum DPP GMNI Imanuel Cahyadi (kiri) dan Sekretaris Jenderal DPP GMNI Sujahri Somar (kanan).




ZONASATUNEWS.COM — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia mendukung pengusutan tuntas kasus dugaan suap dalam proses permohonan penggantian antarwaktu anggota DPR dari PDI-P yang melibatkan komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan dan politisi PDI-P, Harun Masiku. Seluruh pihak yang terlibat mesti ditindak tegas dan tidak pandang bulu.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Imanuel Cahyadi, di Jakarta, Sabtu (11/1/2020), menyayangkan korupsi yang melibatkan penyelenggara pemilu.

”Ini merupakan catatan buruk dalam demokrasi kita. Kami berharap semua pihak yang terlibat ditindak tegas secara hukum,” katanya, seperti dikutip Kompas.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka dalam perkara tersebut. Di antaranya, komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, anggota staf Sekretariat PDI-P Saeful, dan politisi PDI-P Harun Masiku.

Harun yang maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) PDI-P pada Pemilu 2019 dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I diduga menyuap Wahyu agar bisa masuk ke Senayan melalui mekanisme PAW. PAW memungkinkan dilakukan karena peraih suara terbanyak di dapil itu, Nazarudin Kiemas, meninggal.




Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020) dini hari.

Harun diduga menyuap Wahyu yang merupakan alumni GMNI melalui perantaraan Saeful. Adapun nama Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto ikut terseret masuk dalam pusaran kasus karena Saeful merupakan stafnya. Saeful juga mengaku bahwa uang suap berasal dari Hasto. Hasto Kristiyanto sendiri juga dikenal sebagai alumni GMNI.

Hasto Kristiyanto, Sekjend DPP PDI Perjuangan

Imanuel, sebagai bagian dari korps GMNI, mengaku prihatin terhadap kasus yang melibatkan alumni. Sebab, selama tergabung dalam GMNI tak pernah diajarkan melakukan perbuatan tak terpuji, termasuk korupsi. Oleh karena itu, GMNI tetap mendukung proses hukum, sekalipun itu terjadi pada alumni yang dikenal baik secara pribadi.

“Kami berharap beliau dan keluarga tetap tabah menghadapi situasi ini,” katanya.

Ketua Umum DPP GMNI Imanuel Cahyadi (kiri) dan Sekretaris Jenderal DPP GMNI Sujahri Somar (kanan).

”Jika ada tindakan (pelanggaran hukum) dari oknum tertentu, itu tidak pernah diajarkan di GMNI. Dalam pengaderan, kami selalu membahas bahwa korupsi adalah permasalahan bangsa,” katanya.

 

Editor : Setyanegara







Tags: , , , ,
banner 468x60