Anggota BPK Ahsanul Qosasih Diduga Terima Suap 3 M, FOMARI : Miris, Kami Minta Ahsanul Mundur

Anggota BPK Ahsanul Qosasih Diduga Terima Suap 3 M, FOMARI : Miris, Kami Minta Ahsanul Mundur
Ahsanul Qosasih, anggota BPK 2 periode, mantan anggota DPR Fraksi Demokrat, dan juga sebagai Presiden klub sepakbola Madura United




ZONASATUNEWS.COM–Skandal kasus dugaan suap dana hibah KONI dan gratifikasi yang melibatkan Mantan Menpora, Imam Nahrawi dan Asisten Pribadinya, Miftahul Ulum memasuki babak baru. Hal itu dikarenakan adanya indikasi keterlibatan salah satu pejabat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Kesaksian Mifathul Ulum dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menyebut ada aliran dana 3 miliar ke Achsanul Qosasi (AQ) terkait temuan BPK di Kementerian Pemuda dan Olahraha (Kemenpora).

Munculnya nama AQ dalam persidangan sontak mengagetkan publik. Sebagai lembaga yang menjadi penjaga gawang agar tidak terjadi kebobolon dalam permainan kongkokalikong anggaran negara tapi malah takluk hanya karena kasus suap tentu membuat masyarakat curiga. Jangan sampai kredibilitas BPK hancur gara-gara ulah oknum yang memanfaatkan wewenangnya untuk kepentingan dan hasrat pribadi.

Pernyataan Ketua Umum Forum Madura Mandiri (FOMARI), Hendri Asfan menyayangkan bahkan mengutuk keras kalau sampai AQ menerima suap hanya untuk mengamankan hasil penemuan pemeriksaan di Kemenpora.

“Saya percaya BPK itu lembaga negara yang akan menyelamatkan uang negara dari praktik korupsi tapi kalau benar AQ itu terlibat dalam kasus korupsi KONI maka sangat disayangkan bahkan naif. Saya mengutuk praktik itu” ungkapnya, seperti disampaikan dalam rilis yang diterima ZONASATUNEWS.COM (15/05/2020).

Selain itu, lanjutnya, indikasi keterlibatan AQ menjadi alarm bahwa di BPK ada oknum yang merusak citra lembaga negara yang semestinya menjunjung tinggi intergritas dan kredibilitas. Hasil pemeriksaan BPK terkesan akan menjadi abal-abal bahkan tidak patut dipercaya lagi akibat ulah oknum yang dengan tanpa malu menjual kepercayaan rakyat demi keuntungan pribadi.

“Miris, munculnya nama AQ dalam persidangan atas kesaksian Miftahul Ulum terkait setoran dana untuk mengamankan perkara, telah mencoreng nama baik BPK bahkan saya semakin percaya kalau hasil auditnya AQ abal-abal dan tidak bisa dpercaya” tambahnya.

Terakhir, Hendri berharap AQ sadar dan bertanggung jawab atas apa yang telah duperbuat sekalipun itu masih sebatas dugaan tetapi demi menjaga etika pejabat publik dan menghindari opini liar terhadap BPK maka AQ harus mengundurkan diri dari BPK.

“Ini masih dugaan tapi sebagai pejabat publik yang menjunjung tinggi etika dan masih memiliki rasa tanggung jawab maka AQ harus mengundurkan diri sebagai pejabat BPK demi menjaga nama baik BPK” tutupnya.

Editor : Setyanegara







Tags: ,
banner 468x60