Anies Terus Dijegal Dan Didzalimi, Tokoh Reformasi ‘98 Andrianto: Tidak Efektif, Justru Akan Membuat Dia Makin Populer

Anies Terus Dijegal Dan Didzalimi, Tokoh Reformasi ‘98 Andrianto: Tidak Efektif, Justru Akan Membuat Dia Makin Populer
Tokoh Reformasi 98 Andrianto



Terlihat jelas ada arus bah dukungan dari rakyat ke mana pun Anies berkunjung. Fenomena ini menandakan adanya kerinduan terhadap figur antitesisnya Jokowi.

ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA – Tindakan rezim menjegal kegiatan Anies Baswedan dalam kunjungannya ke berbagai daerah, termasuk provinsi Aceh, tidak akan efektik, sia-sia, dan bahkan bisa menjadi bomerang yang mengancam kenyamanan rezim yang saat ini tengah berkuasa.

Penggiat Demokrasi yang juga tokoh Demonstran ‘98 Andrianto menyatakan hal itu terkait keluarnya surat dari pemerintah provinsi Aceh yang mencabut izin penggunaan Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Sedianya taman tersebut akan digunakan untuk kegiatan seni dan silaturahmi yang akan dihadiri oleh Bakal Calon Presiden (Bacapres) Partai NasDem Anies Baswedan pada Sabtu, 3 Desember 2022.

Bagi Andrianto, apa yang terjadi di Aceh dengan pencabutan izin tempat acara Anies Baswedan itu adalah sebuah bentuk pembendungan (Containment). “Dalam khasanah politik dan aksi demokrasi, semua itu tidak efektif. Sebab, akan membuat rakyat merasa, orang yang dibendung itu sedang dizalimi. Itu akan membuat dia makin populer,” kata Anggota KAHMI Jakarta tersebut.

Dalam sejarah politik Indonesia awal tahun 2000-an, SBY pun dicoba dibendung oleh rezim Megawati waktu itu. Akibatnya, SBY menjadi populer dan mengalahkan Megawati di kontestasi Pilpres. “Bukan hanya sekali, tetapi sampai dua kali dia mengalahkan Megawati. Ini yang menyebabkan, para pembendung akan disingkirkan orang,” tambahnya.

Ada Kerinduan

Menurut salah seorang Deklarator Komite Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu, terlihat jelas ada arus bah dukungan dari rakyat ke mana pun Anies berkunjung.

Fenomena ini menandakan adanya kerinduan terhadap figur antitesisnya Jokowi. Rakyat, tambahnya, menginginkan adanya perubahan politik di Indonesia.

“Jokowi sudah delapan tahun berkuasa namun situasi dan kondisi yang terjadi hari ini di semua sektor mengalami kemorosotan parah. Sementara Anies merupakan figur yang tidak suka pencitraan, tetapi semua orang bisa melihat dan merasakan yang hasil kerjanya di Jakarta. Sehingga masyarakat mengapresiasi dengan elektibilitasnya yang tinggi,” jelasnya.

Anies yang baru saja mengakhiri tugas di Jakarta dengan keberhasilan yang akuntabel dan bisa dirasakan. Sekarang dia lebih leluasa menyapa rakyat ke santero Nusantara.

“Saya yang mengamati langsung di Yogyakarta dan Palu, melihat jelas antusiasnya rakyat menyambutnya. Ribuan bahkan puluhan ribu yang hadir, tanpa rekayasa dan pengerahan massa,” kata Andrianto.

Penyambutan Anies di kedua tempat itu terasa beda sekali dengan acara mobilisasi ala Relawan Nusantara di GBK, pekan lalu, di mana massa yang hadir dalam acara Jokowi itu terbukti dibayar, menpadatkan makan dan diantar-jemput oleh bus yang sudah disiapkan.

“Sedangkan acara Anies berjalan wajar, tanpa rekayasa dan bayaran,” tambahnya.

Diyakininya bahwa apa yang terjadi di Aceh akan terulang pula di beberapa daerah lain.

Sudah jamak dan publik tahu Anies tokoh yang harus di hambat sehingga tidak bisa bebas dan leluasa menemui rakyatnya. “Tetapi saya yakin, cara-cara kotor dan tidak bermartabat itu tidak akan berhasil. Dipastikan, semakin dia dihadang dan dibungkamkan, maka popularitas Anies akan semakin naik,” tegasnya.

Semua orang tahu bahwa di era medsos ini akan sulit melakukan cara-cara kotor seperti era Orde Baru. Dalam hitungan detik orang tahu apa yang terjadi. Dibahas dan diulas intensif. “Jadi, menbendung dan menjegal popularitas Anies, sama saja dengan ungkapan bagai membendung air sungai yang terus mencari jalan ke laut,” katanya.

Anies, kesimpulannya, akan terus menjadi sosok yang dinanti kehadirannya di tiap daerah di seluruh Indonesia .

“Dia sosok genuine di luar rezim Jokowi hari ini, yang tentunya memiliki visi dan konsep yang lengkap dan menyeluruh untuk menyelamatkan Indonesia,” demikian Andrianto.

EDITOR: REYNA




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=