Catetan Babe Ridwan Saidi (28): Datu Mera dan Datu Tonggara

Catetan Babe Ridwan Saidi (28): Datu Mera dan Datu Tonggara
Ridwan Saidi, Budayawan




Oleh : Ridwan Saidi, Budayawan

Mestinya Mera, bukan Merah, apalagi Merrah. Mera arti semula gadis cantik, kemudian dinisbatkan pada komunitas Maya sebelah barat yang meliputi Brazil dan Amazon dan bangsa2 Carribea.

Datu panggilan kehormatan bagi lelaki Amazon yang dimuliakan. Dalam peradaban Melanesia yang sedemikian disebut TeTe, ada juga yang mengucapkan TeTew. Sumber hidup balita Indonesia disebut Tete. Euphemisme payudara tak populer.

Makam wakaf Datu Mera di Batu Ampar Condet, Kramat Jati. Entah sejak kapan waris mewaris sehingga akhirnya diwakafkan untuk makam. Life time Datu Mera sudah sangat sulit dilacak. Rayonisasi Datu Mera sama dengan Datu Tonggara, Kramat Jati. Tonggara artinya tahan menderita. Tidak serumpun kata dengan Tonggeret. Datu Tonggara sangat mungkin seasal dengan Datu Mera. Fonem Tonggara Maya.




Memang Timeline keduanya payah dilacak. Kalau dilacak dari toponim mungkin mendekati.

Batu Ampar termasuk Kramat Jati. Apa jati yang dimaksud pterospermum? Umumnya untuk pterospermum orang Jakarta menyebutnya Bayur. Jati itu Truth, yang benar. Kramat yang digunakan untuk toponim bahasa Swahili, subyect yang enerjinya kuat.

Berarti ini poros peradaban Malay – Swahili yang terjalin pada IX M. Bukan berarti Datu Mera dan Datu Tonggara IX M, yang dapat dikatakan setidanya pada abad IX M kedua Datu itu berhadir.

Sekian ta’lim dari pada ana hamba yang dha’if. Wa ba’duhu. (RSaidi)

EDITOR :REYNA







banner 468x60