Denny Siregar Bongkar Gus Nur, Gus Taufiq: Denny Gak Paham Asal-Usul Sebutan Gus

Denny Siregar Bongkar Gus Nur, Gus Taufiq: Denny Gak Paham Asal-Usul Sebutan Gus
Gus Nur




ZONASATUNEWS.COM-– Pegiat media sosial Denny Siregar kritik Gus Nur. Menurut Denny, Gus Nur tidak pantas disapa Gus, karena bukan anak kiai.

“Sebenarnya oleh sebagian orang tidak layak menyandang sebutan Gus. Karena gelar Gus itu di NU diberikan kepada anak kyai yang punya pondok pesantren. Tetapi Gus Nur yang ini sama sekali bukan anak kyai. Bahkan dia juga belum pernah nyantri. Jadi bayangkan, secara ilmu agama, dia tidak punya rekam jejak apapun,” kata Denny.

Hal itu diungkap Denny Siregar di saluran Youtube Cokro TV, Rabu 21 Oktober 2020.

Pernyataan Denyy mendapat tanggapan dari Muhammad Taufiq (Gus Taufiq).

“Denny itu nggak paham asal usul Gus, sebutan gus bukan monopoli pesantren atau anak kiai,” kata Gus Taufiq.

Menurut Gus Taufiq, sebutan Gus sudah salah kaprah. Banyak orang dipanggil Gus padahal mereka bukan NU.

BACA JUGA :

Benarkah sebutan “Gus” hanya untuk mereka yang memiliki kedalaman ilmu agama Islam? Bisa benar, namun bisa juga keliru. Sebab “Gus” merupakan kependekan dari bagus yang dalam bahasa Jawa bermakna luas yakni baik, pintar, ganteng. Panggilan “Gus” khusus untuk anak laki-laki yang di dalamnya mengandung pujian dan doa.

Gus Taufiq menerangkan, awal munculnya panggilan ini berasal dari dalam keraton untuk panggilan anak-anak keluarga raja yakni Raden Bagus yang disingkat Den Bagus.

“Lama-lama panggilan itu dipakai juga oleh kalangan priyayi Jawa di luar keraton namun dengan menghilangkan raden sehingga tinggal bagus atau ‘Gus’ “, jelas dia.

 BACA JUGA :

Dalam perkembangannya, “Gus” menjadi panggilan wajib untuk anak laki-laki pemilik pondok pesantren atau anak kyai kharismatik (khos) jauh sebelum organisasi Nahdlatul Ulama (NU) berdiri. Panggilan “Gus” perlahan menjadi semacam gelar bagi anak-anak kiai terutama di kultur NU.

Kini sebutan “Gus” menjadi simbol ketokohan seseorang dari sisi agama, namun khusus di kalangan NU.

“Artinya mereka yang memiliki kedalaman ilmu agama, umumnya dipanggil “Gus” oleh Nahdliyin meski dirinya bukan anak kiai atau pemilik pondok pesantren. Tidak mengherankan jika seseorang yang dipanggil “Gus” sangat dihormati karena dianggap memiliki kedalaman ilmu agama Islam,” ungkap Gus Taufiq, yang berprofesi seorang pengacara itu.

Hampir semua tokoh NU, terutama yang muda, mendapat panggilan”Gus”.Tokoh yang telah mengangkat sebutan “Gus” ke pentas nasional adalah Presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

“Jadi awalnya panggilan “Gus” tidak mencerminkan ketokohan apalagi kedalaman ilmu agama yang dimiliki. Saat ini pun, di sejumlah keluarga priyayi di Jawa masih menggunakan panggilan gus untuk anak laki-lakinya,” pungkas Gus Taufiq, aktifis PPP 1992 -2006 itu.

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60