Dirut TVRI yang kontroversi : Dari majalah Playboy hingga soal Gerwani

Dirut TVRI yang kontroversi : Dari majalah Playboy hingga soal Gerwani
Dirut TVRI Iman Brotoseno




ZONASATUNEWS.COM–Rezim ini memang suka mengangkat pejabat yang kontroversial. Belum lupa dalam ingatan kita, bagaimana Kepala BPIP Yudian Wahyudi melontarkan pernyataan aneh-aneh : salam Pancasila, agama musuh Pancasila, pelarangan cadar, konstitusi diatas ayat suci. Dan sebagainya.

Kini pemerintah mengangkat seseorang yang juga kontroversial, Iman Brotoseno sebagai Dirut TVRI. Kontan saja, jagat maya geger. Jejak digital Iman Brotoseno dibongkar warganet.

Aktivitas dia sebelumnya saat menjadi kontributor majalah Playboy Indonesia ditemukan. Pernyataan tidak pantas dia katakan saat itu. Diunggah oleh Mas Piyu ORI @mas…piyuuu, Iman menulis di akun twiiternya @imanbr : “Akhirnya kita menemukan bagaimana cara mempersatukan negeri. Ya dengan Bokep,” tulisnya.




Tapi ada lagi yang lebih harus diwaspadai adalah pikiran dia soal Gerwani, Gerakan Wanita Indonesia, organisasi underbow PKI. Membaca tulisannya, tampaknya Iman Brotoseno sangat simpati kepada Gerwani, organisasi yang menurutnya sangat berjasa dalam memperjuangkan nasib perempuan Indonesia.

Benarkah iman hanya berhenti sampai pada pikiran simpati pada Gerwani? Ternyata tidak. Dia melangkah lebih jauh. Dia menyebut apa yang dilakukan oleh Orde Baru sebagai hoaks, bohong.

“Sejarah Gerwani yang pernah jadi pembela kaum perempuan dan anak-anak itu kini jadi gambaran kaum sundal di dinding relief Museum lubang buaya dan buku sejarah,” kata Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno di akun Twitter-nya @imanbr, seperti dikutip suaranasional.com (31/5/2020).

“Berita hoax bukan monopoli era social media seperti sekarang. Sebagai disain komunikasi, maka dipakailah penyiaran berita hoax sebagai metode penghancuran PKI. Memang terbukti akhirnya rakyat terprovokasi untuk ikut memburu komunis dengan masivnya pemberitaan hoax secara terstruktur dan konsisten,”kata Iman.

Roy Suryo melalui akun twitternya @KRMTRoySuryo2 mengunggah rekam jejak sang Dirut. Dia mengaku “salut” (dalam tanda petik), Mas @imanbr bisa panjang dan detail menuliskan tetang Gerwani sampai 59 halaman pada tanggal 30 September 2018, tepat 53 tahun G30S/PKI. Apa maksudnya ya?

Unggahan Roy Suryo mendapat tanggapan beragam dari warganet. Salah satunya dari Farah Azhariyah Salim. Dia menuliskan cerita almarhum ibunya, kader HMI tahun 1968. “Beliau bercerita betapa sadisnya perempuan-perempuan Gerwani,” tulisnya.

Sangkute @Sangkute3 menampilkan foto Iman Brotoseno memakai baju merah berlogo partai. “gak aneh kan. Bisa dipelajari kok…rekam jejak dia dari kubu mana. Ini toh orangnya. Pantess,” tulisnya.

Melihat rekam jejak Iman Brotoseno, menempatkannya sebagai Dirut TVRI adalah tindakan sembrono dan berbahaya. TVRI sebagai media pemerintah punya peran strategis dalam menerbitkan penyiaran. Kegelisahan wargpenet jangan dianggap remeh. Itu mewakili kegelisahan rakyat Indonesia.

Ibaratnya, pemerintah sedang memegang bara api panas. Bila tidak segera melepasnya, tubuhnya bisa terbakar sendiri.

Penulis : Budi Puryanto

Editor : Setyanegara

 







Tags: , , ,
banner 468x60