Dosen Kedokteran USU : Kematian ratusan petugas pemilu bukan faktor kelelahan

Dosen Kedokteran USU : Kematian ratusan petugas pemilu bukan faktor kelelahan
Dokter Umar Zein, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU)




MEDAN, Zonasatu News -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menyebutkan ada 326 lebih petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas lainnya meninggal dunia selama Pemilu. Sebagian besar menghembuskan nafas terakhirnya diduga karena kelelahan.

Pun, demikian tak semua sepakat faktor kelelahan yang menjadi penyebabnya. Seperti yang diungkapkan dr Umar Zein, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

Dalam akun Facebooknya, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan ini mengatakan perlu penelitian untuk mengungkapkan penyebabnya, namun dia memastikan bukan karena faktor kelelahan, sebab tidak dalam kerja paksa.

Dia menuliskan pandangannya dengan judul “Benarkah “Kelelahan” Penyebab Kematian?

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) dr Pirngadi Medan ini mengurai pada zaman penjajahan Belanda, banyak pekerja paksa yang ditugaskan Deandels membuat jalan lintas Anyer-Panurakan. Mereka dipaksa bekerja membuat parit, memecah batu gunung dan mengangkat bahan-bahan yang diperlukan.

“Mereka bekerja siang malam tak tentu waktu istirahat dan makan. Namanya juga kerja paksa. Mereka pasti kelelahan dan kekurangan gizi, kehausan, kelaparan sehingga daya tahan tubuhnya melemah, akhirnya jatuh sakit. Banyak yang terkena Malaria tropika, kejang-kejang, koma, kemudian meninggal,” ujarnya, Rabu (24/4/2019), seperti dikutip POJOKSUMUT.com

Sedangkan, kondisi berbeda menurut Umar Zein dialami Petugas Pemilu yang bekerja di TPS atau di tempat lain. “Mereka cukup mendapatkan minuman dan makanan, bukan kerja paksa, ada waktu istirahat meski bergantian, boleh permisi bila kondisi darurat,” lanjutnya.

“Diberitakan lebih dari seratus orang petugas Pemilu 2019 meninggal dunia akibat kelelahan (Berapa % Angka Kematian?). Kelelahan tidak bisa langsung menyebabkan kematian. Ada tiga “pintu” kematian, yaitu otak, jantung dan paru. Bila otak tidak cukup mendapat oksigen oleh berbagai sebab, misalnya penyumbatan pembuluh darah, maka terjadi kematian sel-sel otak. Tetapi pasien tidak langsung mati. Ada mekanisme kompensasi untuk mempertahankan kehidupan sel-sel yang lain. Bahkan kematian Batang Otak disebut kematian secara medis, butuh waktu beberapa jam untuk kemudian terjadi kematian biologis, setelah jantung dan paru berhenti berfungsi,” tuturnya.

Dia menegaskan gagal Jantung, gagal ginjal, gagal hati, tidak langsung mati, mungkin koma dulu beberapa hari bahkan lebih.

Dia mengurai kelelahan petugas Pemilu pastilah tidak sampai 1/1000 dari kelelahan pada pekerja paksa zaman Belanda. Kelelahan mungkin bisa sebagai pemicu gangguan akut atau eksaserbasi dari Penyakit kronik yang diidap.

“Ini butuh pembuktian pemeriksan medis yang cermat. Lalu, mengapa diberitakan di media, banyak petugas Pemilu meninggal dunia akibat kelelahan? Ini pembodohan pada rakyat awam atau orang yang tidak faham ilmu medis, atau sedikit tahu ilmu medis,” ungkapnya.

“Penyebab kematian tidak sesederhana itu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia! Kematian mendadak (sudden death) secara medis, akibat proses di jantung, paru atau otak atau gabungannya,” tukasnya.

“Apa penyebab kematian ratusan Petugas Pemilu Indonesia Tahun 2019? Perlu penelitian. Yang pasti bukan kelelahan,” pungkasnya.







Tags:
banner 468x60

10 Responses

  1. 7lab pharmaJune 15, 2020 at 8:17 pm

    … [Trackback]

    […] Find More on on that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  2. used carsJune 17, 2020 at 6:50 am

    … [Trackback]

    […] Read More on on that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  3. replica diamond rolex 2018July 18, 2020 at 9:37 pm

    … [Trackback]

    […] There you will find 21877 more Info to that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  4. weed for saleAugust 4, 2020 at 3:50 am

    … [Trackback]

    […] Read More on to that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  5. Apartment Corp CEO Marc MenowitzAugust 17, 2020 at 6:33 am

    … [Trackback]

    […] Read More here to that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  6. keluaran sgp hari iniAugust 19, 2020 at 3:16 pm

    … [Trackback]

    […] Find More on on that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  7. uniccshop.bazarAugust 27, 2020 at 4:57 am

    … [Trackback]

    […] Read More here to that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  8. buy maha pharma onlineSeptember 3, 2020 at 11:40 am

    … [Trackback]

    […] There you can find 82170 additional Information on that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  9. w88September 21, 2020 at 7:17 pm

    … [Trackback]

    […] Information on that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]

  10. bitcoin evolution reviewSeptember 29, 2020 at 2:55 pm

    … [Trackback]

    […] Find More to that Topic: zonasatunews.com/nasional/dosen-kedokteran-usu-kematian-ratusan-petugas-pemilu-bukan-faktor-kelelahan/ […]