Garuda mendaratkan pesawat setelah penumpang dalam penerbangan Bali-Shanghai dinyatakan positif COVID-19

Garuda mendaratkan pesawat setelah penumpang dalam penerbangan Bali-Shanghai dinyatakan positif COVID-19
Foto ilustrasi pesawat Garuda Indonesia




ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA–Garuda Indonesia telah menerbangkan pesawat yang konon membawa penumpang Tiongkok yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19).

Penumpang tersebut terbang dari Bali ke Shanghai pada 28 Januari dan dipastikan telah mengontrak COVID-19 pada 5 Februari.

Garuda Indonesia, maskapai nasional negara itu, sedang mendaratkan pesawat GA858 untuk pemeriksaan lebih lanjut dan desinfeksi, katanya, Kamis (13 Februari).

“(Kami juga) mengganti filter udara High Efisiensi Particulate Arresting (HEPA) di pesawat yang berfungsi untuk membunuh virus dan bakteri di kabin pesawat,” bunyi pernyataan itu, seperti dikutip channelasianews.com.

Sebagai tindakan pencegahan, operator mengatakan telah menyemprotkan cairan desinfektan di kabin pesawatnya, terutama yang sebelumnya melayani rute Indonesia-Cina.

Area kargo pesawat juga telah didesinfeksi, tambahnya, dengan semua kru menjalani pemeriksaan kesehatan di bandara sebelum dan setelah penerbangan mereka.

“Kami membuat komitmen ini untuk memperkuat upaya antisipatif untuk mengekang penyebaran virus, terutama di lini layanan transportasi udara,” kata Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M Hutapea.

Pemerintah provinsi Anhui Cina dilaporkan mengumumkan di media sosial pekan lalu bahwa pasien telah terbang dengan penerbangan Lion Air JT2618 dari Wuhan – pusat penyebaran wabah COVID-19 – ke Bali pada 22 Januari.

Pasien tinggal di Bali selama sekitar satu minggu sebelum terbang dengan Garuda Indonesia GA858 dari Bali ke Shanghai pada 28 Januari.

Pada hari Rabu, juru bicara Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan penumpang tidak menunjukkan gejala saat bepergian dari Wuhan ke Bali.

Juru bicara itu mengatakan bahwa penumpang diperiksa secara menyeluruh di bandara Bali pada saat kedatangan. Semua 188 penumpang dan 11 anggota awak juga diperiksa, Lion Air menambahkan.

Pada hari Kamis, COVID-19 telah membunuh lebih dari 1.300 orang dan menginfeksi lebih dari 60.000 orang di seluruh dunia.

Indonesia tidak memiliki kasus infeksi yang dilaporkan.

Lakukan pelacakan

Dalam konferensi pers pada hari Kamis, seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan pihak berwenang bekerja sama untuk melakukan pelacakan kontak penumpang tersebut.

“Kami mencoba melacak pergerakan orang tersebut dengan bertanya kepada Departemen Imigrasi di mana orang itu mungkin pernah mengunjungi di Indonesia,” kata Achmad Yurianto, yang merupakan sekretaris direktorat jenderal yang bertanggung jawab dalam pencegahan dan pengendalian penyakit, kata.

Mr Yurianto menambahkan bahwa pihak berwenang masih berusaha untuk memastikan identitas turis.

“Setelah kami memilikinya, kami akan mencari tahu hotel mana yang ditinggalinya,” tambahnya.

Adapun penumpang lain dalam penerbangan Garuda, Mr Yurianto mengatakan pihak berwenang Indonesia perlu berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia jika mereka harus menjangkau orang-orang yang telah meninggalkan tanah Indonesia.







Tags: ,
banner 468x60