Hakim Kasus Korupsi Jiwasraya Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga, Said Didu : BUMN Bukan Milik Nenek Lu?

Hakim Kasus Korupsi Jiwasraya Jadi Komisaris Pertamina Patra Niaga, Said Didu : BUMN Bukan Milik Nenek Lu?
Anwar, Hakim Kasus Korupsi Jiwasraya




ZONSATUNEWSCOM, JAKARTA– Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang khusus mengadili perkara korupsi, Anwar, kini menjadi komisaris di Pertamina Patra Niaga.

Dikutip dari website pertaminaoatraniaga, Kamis (2/7/2020), Anwar kini menjabat komisaris.

Baca juga : Sakit Keras, Jenderal Pendukung Prabowo Kivlan Zen: Saya Tak Kuat Lagi

Dalam website itu juga, Anwar merupakan lulusan S1 Hukum Universitas Mataram, S2 Hukum Universitas Mataram, S3 Hukum Universitas Parahyangan Bandung.




Masih ditulis dalam website itu, Anwar adalah hakim tindak pidana korupsi yang pernah menangani sejumlah kasus besar, di antaranya kasus traveller cheque, penyalahgunaan dana YPPI, dan kasus e-KTP.

Disisi lain, nama Anwar hingga saat ini juga masih terdaftar di website PN Jakpus. Anwar saat ini duduk memeriksa kasus Jiwasraya.

Selain itu, Anwar juga menjadi majelis yang mengadili mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan. Saat itu ia menyatakan dissenting opinion dan menyatakan Karen tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Menyatakan terdakwa Karen tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan dakwaan primer dan subsider,” kata Anwar pada 10 Juni 2019 lalu seperti melansir detik.com.

Wartawan sudah berusaha mengkonfirmasi kepada MA atas rangka jabatan itu, tetapi belum mendapatkan jawaban. Komisi Yudisial (KY) menyatakan sedang mengejar kebenaran informasi ini.

SAID DIDU

Said Didu : Mau diabwa kemana BUMN?

Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu menyoroti pengangkatan penegak hukum menjadi komisaris di BUMN.

“Penegak hukum (polisi, jaksa, hakim) jadi komisaris di BUMN – GCG dan GG diabaikan. Mau dibawa ke mana BUMN?,” kata Said Didu melalui akun Twitternya, Jumat (3/7/2020).

Menurut Said Didu, BUMN adalah milik rakyat, bukan milik nenek lu.

“Jika kalian tidak bisa memperbaiki, minimal jangan kalian rusak krn itu milik rakyat – bukan milik nenek lu,” tandas Said Didu.

EDITOR : SETYANEGARA







Tags: , , ,
banner 468x60