Hasanudin : Kegelisahan, Tabiat Dasar Manusia

Hasanudin : Kegelisahan, Tabiat Dasar Manusia




Oleh : Hasanudin, Ketum PB HMI 2003-2005

Al-Quran menggunakan kata “halu’an” pada Surah Al-Maarij, ayat 19 yang berarti gelisah. Menurut ayat ini, kegelisahan merupakan tabiat dasar setiap manusia yang diberikan Allah, agar dengan itu manusia berpikir, mencari tahu, membuat solusi atas kegelisahan yang sedang di rasakan.

Cara manusia merespons kegelisahannya itu yang akan mendorong peningkatan kualitas dirinya, secara mental, maupun spritual.

Pada umumnya menurut Al-Quran, manusia merespons “halu’an” yang muncul dalam dirinya dengan penuh keluh-kesah (syarrun jaru’a-ayat 20). Namun, sebaliknya jika hal menyenangkan yang diterimanya, pada umumnya muncul sifat egois (manu’a-ayat 21) dalam dirinya.

Perasaan gelisah, atau firasat buruk, memang pertanda akan datangnya ujian dari Allah. Namun, mereka yang merespons hal itu secara sadar akan Allah (dengan sikap taqwa), dan segera beristigfhar, dan memuji kebesaran-Nya, maka Allah akan memberikan respons yang terbaik baginya.

Sebaliknya, mereka yang merespons kegelisahannya dengan sikap angkuh, lagi sombong karena merasa mampu mengatasi apa yang menjadi firasat buruknya, atau berlari kesana-kemari, seolah ingin menghindar; mereka itu akan merasakan kehebatan Allah.

“Aku bersumpah, bahwa Kamilah pemelihara titik terbit dan terbenamnya Matahari, sungguh Kami benar-benar mampu”. (Ayat 40), yang menekankan bahwa tindakan menghindari ujian Allah adalah sia-sia.

Responlah kegelisahan yang terkadang muncul dalam diri itu, sebagai bentuk peringatan dari kasih sayang Allah. Allah memberikan peringatan agar kita senantiasa sadar akan kehadiran-Nya. Sebagai peringatan bahwa, kita tidakkah sempurna dalam berkelakuan, dan karena itu kita perlu senantiasa beristigfhar apa yang Allah ketahui, dari apa yang tidak kita ketahui.

Perasaan selalu benar, perasaan soleh yang berlebihan, perasaan sempurna, karena mungkin tidak merasa bersalah, tidak merasa telah menyakiti orang lain dengan perasaan seperti itu, seringkali melalaikan kita.

Kegelisahan adalah bentuk peringatan akan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Bersegeralah menyambut kehadiran-Nya dengan banyak beritigfhar dan berdoa; sikap dan respons yg sedemikian itulah yang akan meningkatkan kualitas mental-spritual kita, (lihat
ayat 22).

Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam memahami ayat-ayat-Nya.







Tags: , ,
banner 468x60