HMI Kembali Menggedor Mapolda NTB: Pecat Kapolres Mataram dan Kapolda NTB

HMI Kembali Menggedor Mapolda NTB: Pecat Kapolres Mataram dan Kapolda NTB

Zonasatu News — Himpunan Mahasiwa Islam kembali menggedor Mapolda NTB mengecam represifitas aparat terhadap kader HMi di KPU NTB, kamis (8/5). Ratusan massa HMI digawangi Andi Kurniawan memulai long march dimulai dari Gedung KNPI pada pukul 16.31 Wita.

Kordinator lapangan Supriadin dalam orasinya mengecam represifitas dan brutalitas aparat dalam mengawal gerakan rakyat di NTB yang kian hari makin marak.

“2 Mei aparat represif di Bima, 3 Mei berlanjut di Sumbawa, 5 Mei berlangsung di Kota mataram. Ini kondisi yang mengerikan direzim demokrasi. Represifitas aparat harus dihentikan, sebelum negara berubah otoritarian” teriaknya.

Dia menambahkan bahwa etika dan demokrasi perlu diperhatikan aparat kepolisian dalam menjalankan tugas pengayoman masyarakat.

“Ini demi keluhuran bangsa” sambungnya.

Sementra Andi Kurniawan SH, menegaskan dalam mengutarakan pernyataan Sikap HMI Cabang Mataram, didepan ratusan kader dan puluhan aparat kepolisian untuk menindak tegas oknum-oknum kepolisian yang memperlakukan secara represif kader HMI dalam aksi yang dilakukan HMI di KPU.

“Kapolda NTB harus memecat Kapolres Mataram Saiful Alam dari jabatannya” teriaknya lantang disambut antusias kader HMI.

Dia juga menegaskan bahwa Kapolda NTB harus menjamin kondusifitas masyarakat di NTB.

“Bila hadirnya baru sebentar, tapi mericuhkan keadaan, kami minta Kapolri untuk memecat kapolda NTB Nana Sujana” lanjut dia.

Kapolri instrumen negara, bukan instrumen kekuasaan. Tuntutan HMI harus diatensi.

“Bila Tito Karnavian tak mengindahkan, HMI seindonesia akan paksa dia turun tahta dengan gerakan massa” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa HMI akan mengawal pemukulan yang dilakukan oknum kepolisian yang membuat enam kader HMI terluka dan bocor kepalanya. ” Kekerasan apapun dalam demokrasi harus dilawan. Selebihnya kami akan kawal” tutupnya. (SM)

loading…

Tags:
banner 468x60