Ibu Korban Tragedi Semanggi Kecewa, Sumarsih : Jokowi Sudah Berubah

Ibu Korban Tragedi Semanggi Kecewa, Sumarsih : Jokowi Sudah Berubah
Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/8/2018). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

loading…


Zonasatu News — Joko Widodo dalam kampanye Pemilu 2014 menjanjikan untuk menemukan aktivis dan seniman Wiji Thukul, yang hilang semasa pergolakan reformasi. 

“Harus ditemukan. Harus jelas. Bisa ketemu hidup atau meninggal,” ujar Jokowi kepada wartawan di rumah relawan di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014) siang.

“Wiji Thukul itu, saya sangat kenal baik. Dia kan orang Solo. Anak-istrinya saya kenal. Puisi-puisinya saya juga tahu,” lanjut Jokowi.

Mengutip kumparan.com (3/2/2019), pernyataan itu diucapkan Joko Widodo, mantan Wali Kota Solo, ketika pertama kali ia maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. Janji itulah yang menggerakkan Fitri Nganthi Wani, putri Wiji Thukul, untuk pertama kalinya masuk bilik suara dan mencoblos pasangan calon Jokowi-JK empat tahun lalu.

Janji itu juga yang membuat ia kembali berharap nasib bapaknya yang lenyap menemui kejelasan. Janji yang membuat Nganthi Wani ngotot menemui kembali Jokowi yang kemudian berhasil duduk di atas kursi presiden.

“Tapi setelah itu saya berpikir, kayaknya saya harus let it go deh. Karena energinya (Jokowi) beda, tidak seperti sebelum-sebelumnya,” ujarnya seperti dikutip kumparan, Jumat (1/2).

Sumarsih dan payung hitam di Aksi Kamisan. Foto: Rakha Mufrihandhanu/kumparan

Hal serupa dirasakan oleh Maria Catarina Sumarsih, ibunda korban penembakan Tragedi Semanggi I, Bernardinus Realino Norma Irawan alias Wawan. Simpati perempuan berusia 66 tahun kepada Jokowi pada 2014, kini berubah menjadi antipati. Rasa percaya bahwa presiden ketujuh itu bisa menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu menjelma kecewa.

 

loading…



Tags:
banner 468x60