Inspektorat Jenderal turun ke Ngawi, Kepala Kemenag Ngawi Tutup Mulut

Inspektorat Jenderal turun ke Ngawi, Kepala Kemenag Ngawi Tutup Mulut
Disaksikan aparat Kepolisian Jakarta perwakilan Forum Santri Anti Korupsi (FORSAK) diterima oleh 2 pejabat Kementerian Agama RI di Kementerian Agama RI jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2021)




ZONASATUNEWS.COM, NGAWI–Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamis (18/2/2021) turun di kabupaten Ngawi, Jatim. Kepastian informasi ini diperoeh dari pejabat Kemenag RI lewat perwakilan FORSAK (Forum Santri Anti Korupsi) yang kemarin melakukan unjukrasa di kantor Kemenag RI, di Jakarta.

“Kemarin dari Kementerian juga menyampaikan adanya Irjen yg turun ke Ngawi,” kata perwakilan FORSAK, Tjetjep Muhammad Yasien (Gus Yasien).

Menanggapi kedatangan Inspektorat tersebut Kepala Kantor Kemenag Ngawi, Zaenal Arifin tidak memberikan jawaban apapun alias tutup mulut, saat media ini melakukan konfirmasi kepadanya lewat pesan singkat WhatsApp, Kamis (18/2/2021) kemarin.

Diperoleh informasi tim Inspektorat berada di Ngawi setidaknya selama 3 hari. Namun tergantung kondisi, bisa saja lebih dari itu.

Selama di Ngawi kemungkinan Inspektorat akan menjalankan fungsinya melakukan pengawasan internal di lingkungan Kemenag Ngawi terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya.

Aksi unjukrasa FORSAK di Kementerian Agama RI, Kamis (18/2/2021)




 

Seperti diketahui, penyaluran dana Covid 19 untuk program bantuan BOP TPQ/TPA di kabupaten Ngawi telah meresahkan masyarakat. Juga, muncul suara sumbang terhadap oknum pejabat Kemenag Ngawi, yang patut diduga terlibat korupsi dalam proses penyaluran dana itu.

Hal tersebut dikatakan perwakilan FORSAK Tjetjep Muhammad Yasien, yang juga Wakil Ketua Umum PPKN, saat unjukrasa di kantor Kementerian Agama RI.

“Namun patut diduga suara-suara sumbang menyangkut aparat kantor Kementerian Agama di Ngawi. Sebaiknya Kementerian Agama RI segera menurunkan Tim Inspektorat dan segera menindak lanjuti untuk segera melaporkan dan mendesak kepada Kejaksaan Negeri setempat untuk segera melakukan pengusutan dengan tidak tebang pilih. Sehingga tidak menimbulkan keresahan dan tidak menimbulkan fitnah, gitu,” ujar Tjetjep.

Pihak Kemenag RI sendiri, kata dia, membenarkan hal itu. Dan memang benar ada orang-orang yang bermain-main dengan bantuan BOP (TPA/TPQ/Pontren) ini.

“Memang benar ada orang-orang yang bermain-main masalah BOP itu. Dan ini sedang didalami oleh inspektorat, katanya begitu,” ungkap Tjetjep menirukan pernyataan pihak Kemenag, disela-sela unjukrasa FORSAK di Kementerian Agama, Kamis (18/2/2021).

Dalam unjukrasa di kantor Kemenetrian Agama (Kemenag) itu FORSAK menuntut Kemenag membersihkan praktek-praktek korupsi dlilingkungan kantor itu.

Perwakilan FORSAK diterima 2 orang pejabat Kementerian Agma RI saat unjukrasa, Kamis (18/2/2021)

Aparat Kepolisian Jakarta turut menyaksikan saat perwakilan FORSAK diterima oleh 2 pejabat Kementerian Agama RI di Kementerian Agama RI jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

Sehari sebelumnya, Rabu (17/2/2021) FORSAK juga melakukan unjukrasa di Kejaksaan Agung.

BACA JUGA BERITA TERKAIT :

 

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60