Kasus Prof Budi Santosa, Hasil Pemeriksaan Dewan Kehormatan Sudah Diserahkan ke Rektor ITS

Kasus Prof Budi Santosa, Hasil Pemeriksaan Dewan Kehormatan Sudah Diserahkan ke Rektor ITS
Prof Dr Ir Mochamad Ashari M.Eng. Rektor ITS Surabaya




ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA – Setelah bekerja sesuai target waktu satu bulan, Dewan Kehormatan Profesi Dosen (DKPD/DK) yang dibentuk oleh ITS telah merampungkan kerjanya.

Dewan Kehormatan dibentuk secara ad hoc untuk melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik terhadap Prof Budi Santosa atas unggahan tulisannya di akun media sosial miliknya, yang menimbulkan kegaduhan nasional.

Perlu diketahui pada tanggal 18 Mei 2022, ITS telah membentuk Dewan Kehormatan Profesi Dosen (DKPD) ITS yang beranggotakan 9 orang mewakili 3 unsur, yaitu unsur Majelis Wali Amanat, unsur Rektor, dan unsur Senat Akademik.

Sekretaris DKPD Dr Tony Dr Tony Hanoraga,SH MHum menjelaskan, DKPD akan bekerja selama 1 bulan.

DKPP akan bekerja melalui 5 tahapan. Lima tahapan itu adalah: Rapat Koordinasi DKPD, pemanggilan terduga pelanggar kode etika dosen, pemeriksaan terduga pelanggar kode etika dosen, penyusunan laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi, dan penyerahan laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi

“Tenggat waktunya 1 bulan. Tahapan kerja DKPD ada 5 tahap,” kata Dr Tony Hanoraga kepada zonasatunews.com hari ini, Kamis (19/5/2022).

Dihubung terkait hasil pemeriksaan dan rekomendasi yang dihasilkan, Ketua Dewan Kehormatan, Profesor Prof.Dr. Ir.Tri Yogi Yuwono, DEA, meminta untuk menghubungi Rektor terkait hasil pemeriksaan DK tersebut.

Pihaknya tidak mau menjelaskan bentuk sanksinya, karena memang DK tidak memutuskan sanksi apapun. Rektorlah yang memutuskan.

“Dk tidak pernah memutuskan….yg memutuskan Rektor. Monggo silahkan langsung menghubumgi Rektor saja. Nggih,” jawab Prof Triyogi melalui WA yang dikirimkan redaksi.

Sementara itu dikonfirmasi dua kali Rektor ITS  Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, belum memberikan respon. Konfirmasi pertama dilakukan tanggal 19 Juni 2022. Sedang yang kedua pagi ini, Kamis, 23 Juni 2022, pukul 08.00 WIB.

Setelah berita diterbitkan, sekitar pukul 09.00 WIB Rektor ITS merespon, meminta media ini menghubungi Humas ITS, dengan memberikan nomor HP kepada redaksi.

Redaksi langsung menghubungi, dan meminta penjelasan perihal hasil pemeriksaan DK, dan sanksi yang diberikan oleh ITS. Namun pihak Humas ITS belum merespon hingga pukul 09.10 WIB ini.

Setelah bekerja 1 bulan, diperkirakan tanggal 18 Juni 2022 hasil pemeriksaan DKPD sudah diserahkan ke Rektor ITS.

Sanksi apa yang akan dijatuhkan ITS kepada Prof Budi Santosa Purwokartiko, sepenuhnya ada ditangan Rektor. Rektor ITS telah memiliki bahan yang cukup dari hasil kerja DKPD. 

Sebaiknya Rektor ITS secepatnya mengumumkan sanksi yang akan diberikan kepada Prof Budi Santosa. Masyarakat dan khususnya Alumni ITS menunggu hasil tersebut.

Sritomo Wignjosoebroto (Momok), alumni senior ITS




“Kami sendiri … lebih dari 1000 alumni … penandatangan Petisi Alumni terkait dengan Kasus Prof BSP juga menunggu kptsn (pemberian sangsi) Rektor ITS. Sesuai dg tuntutan Petisi Alumni, Rektor diminta agar memberikan sangsi yang seberat-beratnya thd ybs,” kata Sritomo Wignjosoebroto, alumni Senior ITS kepada zonasatunews.com, Kamis (23/6/2022)

EDITOR: REYNA

Baca juga:







banner 468x60