Kenangan Anies Kepada Kakeknya, A. R. Baswedan Yang Baru Dikukuhkan Menjadi Pahlawan Nasional

Kenangan Anies Kepada Kakeknya,  A. R. Baswedan Yang Baru Dikukuhkan Menjadi Pahlawan Nasional

loading…


Anies : Setiap pulang dari TK atau sekolah, diajak berjalan kaki dari Jl. Dagen ke Kantor Pos Besar untuk mengirim surat atau tulisan ke surat kabar

Jakarta,  Zonasatu News -A. R Baswedan akhirnya diakui dan dikukuhkan sebagai pahlawan nasional di istana negara. Cucunya yang kini menjadi Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, punya kenangan sendiri tentang kakeknya itu.

“Siang tadi bersama seluruh keluarga diundang ke Istana Negara untuk menghadiri prosesi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kakek kami, A.R. Baswedan”, kata Anies.

Anies menuturkan,  Foto pertama berkebaya oranye adalah Imlati, anak ke-8 Kakek, lahir 1 Juli 1945. Imlati singkatan dari Indonesia Merdeka Lekas Akan Tercapai Insya Allah. Dinamai saat gelora menuju kemerdekaan makin menggemuruh. Serasa bulan depan akan merdeka…

Semasa kecil Anies tinggal serumah bersama kakek di Yogyakarta. Setiap pulang dari TK atau sekolah, diajak berjalan kaki dari Jl. Dagen ke Kantor Pos Besar untuk mengirim surat atau tulisan ke surat kabar. Tiada hari tanpa menulis.

“Sejak SD saya sering jadi juru ketik. Beliau bicara, saya mengetik. Di akhir surat, beliau selalu bilang: ‘Surat ini diketik oleh cucu saya, Anies.’ Saya bangga sekali”, kenang Anies.

Kemudian hari dia menyadari, itu cara kakeknya untuk membuat cucunya bangga, sambil memberitahu si penerima surat bahwa semua kesalahan ketik itu karena cucunya belajar ngetik

“Bersyukur sekali saya tumbuh dan berinteraksi dengan beliau sampai dengan masa SMA”, katanya.

Peran A.R. Baswedan yang sering disebut adalah, beliau bersama H. Agus Salim menjalankan misi diplomatik tahun 1947 untuk dapat pengakuan de jure dan de facto dari Mesir di awal kemerdekaan.

Surat pengakuan yg ditandatangani PM Mesir itu dibawa dalam perjalanan berbulan-bulan oleh A.R. Baswedan dari Mesir ke Indonesia. Agar lolos melewati pemeriksaan Belanda, surat dilipat dan dimasukkan kaos kaki. Bila tertangkap, selesailah misinya: musnah suratnya, tak jelas nasib pembawanya. Untung lolos. Surat itu dibawa ke Yogjakarta dan diserahkan ke Presiden Soekarno. Sebuah babak baru: sejak itu ada pengakuan de Jure dan de facto atas Kemerdekaan RI.

Generasi pendiri republik telah hibahkan segalanya, kini giliran kita bertanggung jawab meneruskan yang sudah mereka perjuangkan.

“Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih ke semua pihak yang terlibat dalam proses pengusulan dari Yogya di tahun 2011 hingga pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada A.R. Baswedan”, pungkasnya.

loading…


loading…



Tags:
banner 468x60