Kolaborasi KIB Bersama Universitas Hasanudin Makasar Sulsel

Kolaborasi KIB Bersama Universitas Hasanudin Makasar Sulsel
Habil Marati, Koordinator KIB memberikan pidato didpean mahasiswa Unhas Makasar, Jumat (8/12/2023)

', layer: '

SAUT SULSEL

Saut Situmorang, mantan Pimpinan KPK memberikan semangat dan motivasi kepaa mahasiswa Unhas

'}, {id: 72514, image: 'http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2023/12/ROCKY-SULSEL.jpg', extlink: '', thumb: 'http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2023/12/ROCKY-SULSEL-150x150.jpg', permalink: '

', layer: '

ROCKY SULSEL

Rocky Gerung sang \"Bunga Demokrasi\" tampil memotivasi mahasiswa Unhas

'} ];




ZONASATUNEWS.COM, MAKASAR – KIB Kolaborasi bersama Universitas Hasanudin Makasar Sulsel menggelar diskusi piblik bertema “Menggagas Peran Pemuda memilih Presiden 2024”, Jumat (8/12/23) dimulai pukul 15.00 WITA. Acara tersebut di ikuti ratusan mahasiswa dari berbagai Fakultas se Unhas.

Di awal acara dibuka dengan pidato Habil Marati, Koord KIB. Dia mengatakan, putusan MK puncak dari upaya rezim Jokowi yang ingin memperpanjang kekuasaan, ketika gagal rencana dari 3 periode dan perpanjangan masa jabatan. Habil Marati mengatakan harus waspada dari Capres dari produk cacat hukum dan dinasti.

Habil Marati, Koordinator KIB memberikan pidato didpean mahasiswa Unhas Makasar, Jumat (8/12/2023)

“Mahasiswa harus cermat lihat background Capres, dimana posisi Anies, Prabowo dan Ganjar saat Reformasi. Jadi sandingkan jangan di bandingkan,” katanya.

Habil Marati juga mengkritik IKN, yang retorikanya untuk pertumbuhan dan pemerataan daerah.

“Lantas bagaimana dengan daerah yang lebih tertinggal dari Penajam Kalimantan. Justru yang ada kecumburuan manakala APBN mensubsidi IKN,” jelasnya.

Pasangan AMIN akan membawa Indonesia mendapatkan masa depan yang lebih baik, tegas Habil Marati mengakhiri pidatonya.

Narasumber berikutnya, Saut Situmorang, mantan pimpinan KPK. Dia menyatakan rezim Jokowi memundurkan pemberantasan korupsi, bahkan KPK di jadikan bawahan Presiden.

Saut Situmorang, mantan Pimpinan KPK memberikan semangat dan motivasi kepaa mahasiswa Unhas

“Maka, Mahasiswa harus pilih AMIN yang akan membawa KPK ke marwah sebagai lembaga Independen.

Saut Situmorang yakin AMIN miliki integritas dengan track record yang teruji,” kata Saut.

Geisz Chalifah, yang tampil berikutnya menyoroti soal Track Record pemimpin lebihi dari gimick pencitraan yang tidak mencerdaskan publik.

“Jika Mahasiswa kritis akan bisa peroleh informasi gimana Anies Baswedan miliki succes story dari karya membangun Jakarta,” jelas Geiz.

Puncaknya adalah tampilnya Rocky Gerung, sang bintang panggung. Dia sebut defisit demokrasi terjadi di era Jokowi ketika otoriterisme mirip Orba. Bahkan untuk berbeda pendapatpun harus di kriiminalisasi.

“Untuk itu latar belakang Capres harus jadi pencermatan, jangan pilih Capres dari bagian rezim Jokowi.” kata Rocky.

Rocky Gerung optimis jika Mahasiswa sudah kembali pulih akan kawal proses pemilu. Rocky Gerung yakini Pemilu akan berjalan tidak normal karena Jokowi ketakutan karena banyak proyek mercusuar yang terindikasi KKN. Rocky Gerung katakan ini harus ada perubahan.

Rocky Gerung sang “Bunga Demokrasi” tampil memotivasi mahasiswa Unhas

Diskusi dilanjutkan tanya jawab yang kritis melibatkan peserta yang juga hadir di luar kampus Unhas.

Tampak hadir dari KIB: Yasin Kara, Sirojudin Wahab dan Andrianto Andri yang tidak pernah absen agenda KIB.

EDITOR: REYNA




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=