M.Taufik : Hendro Priyono Itu Layak Ditangkap

M.Taufik : Hendro Priyono Itu Layak Ditangkap

Zonasatu News — Pakar hukum pidana Universitas Djuanda Bogor Dr.Muhammad Taufiq.SH MH menyatakan, ucapan mantan Kepala BIN beberapa waktu lalu sudah masuk kategori SARA. Sesuatu yang dilarang dalam hukum pidana kita.

“Saya ingin memperingatkan bangsa indonesia, WNI keturunam Arab supaya sebagai elit yang dihormati oleh masyarakat kita, cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat,” kata Hendropriyono di Gedung Lemhanas, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Ucapan yang kasar, rasis dan penuh kebencian tidak layak diucapkan seorang tentara yang pernah menduduki jabatan penting.

“Hendro harus diberi pelajaran, dalam kariernya pun ia meninggalkan sejumlah masalah hukum saat menjabat Danrem pada kasus Talangsari di Lampung. Kasus itu menewaskan banyak orang,” katanya.

Menurutnya, ucapan Hendro Priyono adalah perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-UndangNomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana 6 tahun dan denda 1 milyar.

Pasal 28 itu delik materiil, artinya perbuatan Hendro sudah sesuai rumusan UU tentang ujaran kebencian pada orang-orang Arab . Padahal Arab juga punya andil dalam kemerdekaan kita, negara Arab berada pada urutan awal yang mengakui kemerdekaan kita 17 Agustus 1945.

“Di Indonesia ada pahlawan keturunan.Arab AR BASWEDAN. Jangan sampai orang-orang kaya Hendro berada di atas hukum, sebab tidak pernah diproses kejahatannya,” ucapnya.

Taufiq menyarankan ummat Islam melaporkan Hendro Priyono, jika tidak ada tindak lanjut digugat secara perdata menggunakan pasal 1365 KUH Perdata tentang perbuatan melawan hukum

loading…

Tags:
banner 468x60