Muhammad Taufiq : Sulit Merobah Citra Polisi Jadi Profesional

Muhammad Taufiq : Sulit Merobah Citra Polisi Jadi Profesional
Dr. Muhammad Taufiq,SH.MH, Pakar Hukum Pidana. peneliti pada Juducial Corruption Watch (JCW)




ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA–Janji Kapolri untuk menjadikan polisi berlaku adil diragukan banyak kalangan. Salah satunya penelitian senior pada Judicial Corruption Whatch Dr.Muhammad Taufiq.

“Saya tidak begitu antusias menanggapi terpilihnya Sigit,pasalnya dari awal tak memiliki bekal prestasi menonjol yang berhubungan dengan jabatan Kabareskrim” tutur Taufiq kepada ZONASATUNEWS.COM

Taufiq menerangkan, bagaimana polisi mau menerapkan hukum yang adil, bila ada anggota polisi didzolimi seperti Novel Baswedan saja gagal mengungkap pelakunya. Juga pada kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung di saat masyarakat menunggu aktor intelektualis pelaku pembakaran itu orang penting.

“Eh yang muncul pelakunya pekerja yang membuang puntung rokok, geli lucu dan jauh dari kesan cerdas,” kata doktor hukum pidana yang terkenal kritis dan vokal itu.

Menurut dia polisi akan berwibawa dan disegani masyarakat jika ia melakukan pembenahan internal terlebih dahulu. Dalam catatan saya pembenahan itu meliputi 4 hal. 

1.Pola rekruitmen harus diubah termasuk kenaikan pangkat dll murni bebas uang dan KKN

2.Tidak ada merit system di kepolisian, terbukti Sigit dan Tito Kapolri sebelumnya tidak melewati mekanisme itu melainkan semata-mata karena dekat dengan presiden masih banyak calon lain yang lebih layak.

3.Selama polisi masih di bawah presiden selama itu pula tak akan mandiri apalagi bisa menindak atasan atau orang-orang yang dekat presiden. Mestinya polisi seperti TNI di bawah Menhankam.

Dengan posisi sekarang sulit polisi netral dan profesional. Dulu Tito mencanangkan Promoter (profesional modern dan terpercaya) tapi juga gagal masih banyak orang mati di tangan polisi tanpa diadili.

Begitu pula Sigit di akhir jabatan sebagai Kabareskrim ia tidak mampu mengendalikan polisi main tembak tanpa pengadilan pada 6 anggota FPI.

“Itu semua fakta menyedihkan dan bukti polisi jauh dari harapan masyarakat untuk bisa melindungi dan mengayomi,” pungkasnya.

EDITOR : SETYANEGARA










banner 468x60