Pantesan Bro, Banyak Pejabat Pakai Vaksin Nusantara? Ternyata Ini Rahasianya

Pantesan Bro, Banyak Pejabat Pakai Vaksin Nusantara? Ternyata Ini Rahasianya
Siti Fadilah Supari, Mantan Menteri Kesehatan yang pernah kalahkan WHO : Siti menghentikan status pandemi flu burung oleh WHO. Banyak negara diuntungkan karena keberaniannya.




ZONASATUNEWS.COM–Saya dan keluarga ingin ikut vaksin. Tapi vaksin nusantara, bro. Tertarik ya? Saya tertarik buuaaanget.

Pertama, saya lihat, banyak pejabat yang ikut. Menteri, jenderal, anggota DPR, Ketua lembaga tinggi negara, tokoh pers, dan masih banyak deh. Kok orang-orang hebat pada ikutan? Ngiri saya bro.

Kedua, nih bro yang bedakan dengan vaksin lain. Tidak ada virus yang dimasukkan kedalam tubuh kita. Ini nih yang aku ingin.

Gimana ya, gitu lho, kok tubuh dimasukin virus. Ya, meskipun virusnya tidak aktif (inaktivated).

Jadi apa dong yang dimasukin, kalau bukan virus? Penasaran ya? Sabar….

KETERANGAN FOTO :Ketua DPD RI saat menerima suntikan Vaksin Nusantara oleh dr Terawan di RSPAD Gatot Soebroto, beberapa waktu lalu.




Saya baru “ngeh” saat lihat video youtube tokoh kita, Siti Fadilah Supari. Ini tokoh yang saya kagumi. Mantan Menteri Kesehatan. Jagoan yang mengalahkan WHO. Organisasi kesehatan dunia itu takluk didepan bu Siti. Hebatnya lagi, begitu WHO kalah seketika itu pendemi flu burung berhenti. Se-dunia, bro berhenti. 

Ceritanya panjang dan menarik. Lain kali aja saya tuliskan. Heroik deh pokoknya. Bikin bangsa Indonesia bangga.

Dia memang bukan kaleng-kaleng. Pendekar bangsa betulan bro. Ya..habis itu dia dipenjara. Jadi tumbal, ehm..ehm.

Nah, kembali ke vaksin nusantara. Bu Siti bilang vaksin itu bikinan pak Terawan. Mantan menteri kesehatan pula. Dia mengagumi temuan dokter Terawan ini.

Cara kerjanya 

Pendeknya begini cara kerjanya. Sel darah kita diambil. Dikenalkan dengan virus covid 19 ini. Diadu (dichelenge) sampai menang. Itu dilakukan diluar tubuh kita.

Siti Fadlah Supari, dokter jantung, mantan Menteri Kesehatan RI

Nah, sel darah kita yang sudah menang lawan virus Covid ini dimasukkan lagi kedalam tubuh kita lagi. Jadi, kalau tubuh kita kemasukan virus Covid, pasti menang. Kenapa? Ya kan sudah kenal sebelumnya. Dan sudah diuji tarung menang. Hebat kan?

Jadi yang dimasukkan ke tubuh kita itu sel darah kita sendiri yang sudah kebal terhadap virus Covid. Wuih, ide cemerlang dan genius.

Berapa lama prosesnya?

Bu Siti cerita prosesnya selama 8 hari, sejak diambil sel darah kita. Kalau memasukkan sel darah kita sih cepat. 8 hari itu waktu yang dibutuhkan untuk proses chellenge nya. Dan itu dilakukan diluar tubuh kita. Dengan teknologi pastinya.

KETERANGAN FOTO : Ketua DPD RI bersama Senator Sylviana Murni asal DKI Jakarta melakukan proses Vaksinasi Nusantara di Cell Culture RSPAD Gatot Subroto yang dilakukan oleh DR. Terawan, 21 April 2021, yang lalu.

Jadi, selama 8 hari itu kita menunggu setelah sel darah kita diambil. Setelah sel darah kita menang, lalu disuntiikan kembali. Sel darah kita sendiri yang digunakan. Bukan milik orang lain.

Muncul pertanyaan bro, kalau gitu tidak bisa diproduksi massal dong? Ya, kalau sel darahnya jelas tidak. Yang diproduksi massal itu adalah teknologinya. Alat dan bahannya itu, bro.Gampang kan. 

Tapi prosesnya kok 8 hari, vaksin lain kok cepat? Tapi bro mesti tahu, vaksin lain itu perlu 2 kali disuntiknya.Ada yang ketiga  masih pakai booster lagi.

Sebenarnya bukan 8 hari proses yang dijalani pasien. Cuma perlu 2 kali datang : diambil sel darahnya. Dan datang lagi untuk disuntik. Selesai. Cepat. Dan cukup sekali suntik. Aman.

Saya melihat hasil tes Covid 3-4 kali milik pejabat tinggi negara. Selalu negatif. Padahal tokoh ini ekstra aktif. Selalu bertemu masyarakat.

Rahasianya? Dia ikut vaksin nusantara sejak awal.

Sayangnya saat ini masyarakat belum bisa menggunakan. Semoga setelah uji klinis 3 bulan Oktober ini dapat izin digunakan umum. 

Bangga deh rasanya kalau pakai produksi bangsa sendiri. Saya setia menunggu.

Penulis : Puspito Rahayu 

Editor : Reyna 

 

 

 







banner 468x60