Pedagang Sayur Keputran “Sambat” ke Zuhrotulaila, Anggota Komisi B DPRD Surabaya

Pedagang Sayur Keputran “Sambat” ke Zuhrotulaila, Anggota Komisi B DPRD Surabaya
Kegalauan dan kecemasan para pedagang sayur area Pasar Keputran Surabaya sedikit mendapatkan saluran dengan kehadiran anggota komisi B DPRD Surabaya, Zuhrotulaila

', layer: '

KOMISI B SURABAYA 2

'} ];




SURABAYA – Kegalauan dan kecemasan para pedagang sayur area Pasar Keputran Surabaya sedikit mendapatkan saluran dengan kehadiran anggota komisi B DPRD Surabaya, Zuhrotulaila.

Selasa malam, 13 Mei 2024, pukul 22, Zuhrotul secara mendadak mengunjungi area pasar untuk melihat realitas lapangan yang katanya mereka pedagang illegal dan seringkali kena razia Satpol PP dan bahkan barang dagangannya diambil dan tidak kembali.

Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Sayur Area Pasar Keputran, menyambut antusias kedatangan Anggota Komisi B tersebut.

Ditemui oleh Romli, Koordinator pedagang, Zuhrotul melihat area rumah yang dipakai berdagang yang disegel oleh Satpol PP.

“Loh kok sampai begini, ini kan kasian, mereka berdagang dan mencari makan, kok tempatnya disegel”, kata Zuhrotul.


“Kalau mereka nggak berdagang, mereka dapat uang darimana, kasian anak anaknya yang sekolah, ini tidak boleh”, ujarnya dengan nada harap.

Romli yang menemui menjelaskan bahwa mereka menyewa rumah ini dan katanya PBB nya belum ada sambil menegaskan bahwa selama ini para pedagang berusaha membantu pemilik rumah untuk mengurusnya.

“Sudah sejak bulan Agustus 2023, stand kami disegel, kami nggak tahu kesalahannya, kami sudah berusaha bertanya ke Pemkot, namun kami tak pernah mendapat jawaban”, Jelas Romli.

“Kami juga sudah berusaha berkirim surat ke Pemkot, namun kami, tapi kami seolah dipimpong”, tambahnya.

“Kami juga sudah berusaha menemui Cipta Karya, Satpol PP , Dinas Koperasi, tapi tidak satupun mereka bisa menerima jawaban, kecuali kami hanya mendapatkan ancaman, kalau membuka segel kami akan dipidanakan”, tegasnya.

“Kami ini rakyat kecil, kami butuh makan, butuh memberi nafkah, butuh menyekolahkan anak anak kami, tapi mengapa dipersulit mencari rezeki di Surabaya, kami ini penduduk Surabaya”, tegas Romli.

“Kalau kami dianggap illegal, beri kami jalan keluar, jangan kami diintimidasi, barang dagangan kami diambil, barang dagangan itu kami jual agar kami bisa menafkahi keluarga, Pemkot itu kan orang tua kami, tolong beri kami jalan keluar, kami pasti nurut kok”, ungkap Romli.

Dengan sabar dan keibuan, zuhrotul mendengarkan keluhan para pedagang pasar sambil duduk di palet yang ada di trotoar area pasar dan memberi nasehat dan jalan keluar untuk mengatasi keluhan para pedagang.

“Kalau sudah pernah berkirim surat ke Pemkot dan belum mendapatkan jawaban jalan keluarnya, coba berkirim surat ke Komisi B, akan kami bantu berkomunikasi dengan Pemkot”, kata Zuhrotul.

Para pedagang sangat lega dengan kehadiran zuhrotul dan sangat berterimakasih kepadanya.

Rosi pedagang pasar lainnya mengungkapkan rasa puasnya sambil memberikan dokumen dokumen dan surat yang pernah dikirim ke Pemkot.

“Saya berterimakasih kepada ibu Zuhrotul, Anggota Komisi B DPRD Surabaya, beliau memberi semangat dan kedamaian kepada kami para pedagang, semoga melalui beliaunya dan Komisi B, kami segera mendapatkan kepastian dan ketenangan dalam berdagang”, kata Rosi.

“Kami ini tiap hari cemas dan was was kalau berdagang, karena sewaktu waktu Satpol PP datang dan mengambil barang dagangan kami”, ungkapnya.

“Kalau sudah seperti ini, kami tidak dapat uang, dipastikan kami akan mencari pinjaman untuk memberi nafkah keluarga kami”, jelas Rosi.

EDITOR: REYNA




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=