Polemik T’Koes Dilarang Nyanyian Lagu Koes Plus, M Taufiq: Saya Melihat Tidak Ada Kesalahan Pada T’Koes

Polemik T’Koes Dilarang Nyanyian Lagu Koes Plus, M Taufiq: Saya Melihat Tidak Ada Kesalahan Pada T’Koes
Group musik T'Koes

', layer: '

TAUFIQ SH

Dr Muhammad Taufiq,SH MH

'} ];




ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA – Siapa yang tak kenal dengan group band Koes Plus? Group band legendaris ini masih digandrungi para penikmat musik mulai dari orang tua hingga remaja. Meskipun ketiga personilnya telah meninggal dunia dan hanya Yok Koeswoyo, satu-satunya personil yang masih ada hingga saat ini, banyak lagu-lagu dari Koes Plus yang masih populer hingga sekarang seperti Kolam Susu, Mengapa, Diana, Bujangan, dan lain sebagainya.

Kepopuleran Koes Plus memang tidak bisa dipungkiri lagi, ini terbukti dari munculnya group band T’Koes yang mempopulerkan lagu-lagu dari Koes Plus. Bahkan penampilan dari para personil group band tersebut juga tidak jauh berbeda dengan Koes Plus.

Group musik T’Koes

Namun, belum lama ini group band T’Koes dilarang oleh anak-anak Koes Plus menyanyikan lagu-lagu Koes Plus. Adanya dugaan pencemaran nama baik menjadi pemicu utamanya.

Diketahui, terdapat video yang diunggah oleh pihak band T’Koes bersama seorang purnawirawan yang dianggap telah menyinggung personel Koes Plus. Keluarga Koes Plus merasa ada harkat dan martabat yang disinggung dalam video obrolan itu.

Augusta menjelaskan pada menit 1.44 setelah sekian detik hening, secara spontan tiba-tiba Purnawirawan TNI tersebut mengeluarkan kata-kata, “Tapi jangan sampai, kayak Koes Plus, dia sendiri yang menciptakan dia sendiri yang…. ga jelas….anak-anak itu rasanya ya? Lah ya itu.. sayang”

Terjadinya polemik ini sangat disayangkan, hubungan antara T’Koes dengan keluarga besar Koes Plus yang semula adem ayem menjadi sedikit renggang.

Dr. Muhammad Taufiq, S.H., M.H., selaku penikmat lagu-lagu Koes Plus menuturkan bahwa dengan adanya group band T’Koes sebenarnya menguntungkan Koes Plus, karena T’Koes sebenarnya sebagai pelestari budaya.

“Ketika makin banyak group band pelestari dan mereka menghasilkan uang, sadar atau tidak kalau aturan bisnis ini dijalankan yang tepat, benar, dan baik pasti keluarga atau ahli waris ini dapat keuntungan finansial ya” tutur Taufiq

Taufiq juga menuturkan tidak perlu sedramatis itu. Ahli waris dalam hal ini anak-anak Koes Plus tidak bisa disalahkan sepenuhnya.

Dr Muhammad Taufiq,SH MH, Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia (AAPI)

Sebaliknya, Taufiq menginginkan pengacara dari T’Koes jangan defensif, kesannya not guilty. Karena ini bukan persoalan guilty or not guilty.

“Saya berharap band pelestari T’Koes ini ketemu lagi, bicara yang baik-baik.”

“Kalau dengan bahasa hukum, saya melihat tidak ada kesalahan pada T’Koes. Yang salah adalah pewawancara yang membanding-bandingkan begitu dan itu secara spesifik, sesungguhnya juga masyarakat tidak tahu,” ungkap Taufiq selaku Presiden Asosiasi Ahli Pidana Indonesia

Dalam statement terkahirnya, Taufiq berharap agar persoalan ini segera selesai dan tidak perlu berkepanjangan sebab ini bukan kejahatan

“Bahasa Jawanya adalah mikul dhuwur mendem Jero. Artinya, hal-hal yang baik dari Koes Plus kita angkat yang buruk kita tutup. Polemik ini juga tidak menguntungkan pihak manapun,” papar Taufiq

M.Taufiq juga menilai tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut, karena yang ngomong bukan T’Koes.

EDITOR: REYNA




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=