Premanisme di kampus Unasman: Peserta LK II HMI dikeroyok, dilempari batu, 3 mahasiswa terluka

Premanisme di kampus Unasman: Peserta LK II HMI dikeroyok, dilempari batu, 3 mahasiswa terluka




ZONASATUNEWS.COM, POLEWALI MANDAR–Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Polewali Mandar menggelar jumpa pers di lokasi perkaderan intermediate training LK II ,bertempat di Hotel Suci Wonomulyo.Selasa (23-02-2021)

HMI memberikan klarifikasi agar semua bisa melihat kejadian lebih jernih, tidak ada lagi opini serta tanggapan tak mendasar atas Pengeroyokan dan/atau Penganiayaan yang dilakukan kader-kader PMII terhadap kader HMI.

Jubir HMI Cabang Polewali Mandar M.Ridwan memaparkan, “Bahwa Yang terjadi pada tanggal 20 februari 2021, Senin, 23 Februari 2021disini kami akan menjelaskan secara detail proses yang terjadi dan ini di dukung oleh data dan fakta yang ada. Pertama saya ingin mengklarifikasi statemen dari pihak kampus yang mengatakan bahwa ” mereka tidak mengetahui bahwa yang menyewa gedung adalah HMI ” mereka mengira bahwa yang menyewa adalah Mahasiswa bukan HMI,” ujar M Ridwan, seperti dilansir putrabhayangkara.com (23/02/2021)

Kronologi

Per tanggal 15 februari 2021, HMI menyerahkan surat penyewaan gedung yang di lengkapi dengan kop Lembaga HMI CABANG POLMAN serta stempel basah panitia intermediate LK II kepada pihak kampus yakni Bapak Solihin.

“Pada waktu itu Bapak Solihin meneruskan surat kami kepada pimpinan kampus, akhirnya pada tanggal 16 februari 2021 kami membayar uang muka penyewaan gedung, dilengkapi dengan kwitansi yang berstempel basah berlogo kampus Unasman ditandatangani oleh Ibu Khadija,” ujarnya.

Dengan catatan bahwa panitia :
1. segera melunasi kekurangan sewa gedung
2. tidak memasang atribut organisasi
3. kami meminta juga tidak ada bendera lain yang terpasang.

Kesepakatan tercapai, akhirnya panitia HMI bisa menempati gedung itu.

“Namun per tanggal 18 februari 2021, pada malam hari di depan gedung aula yang kami sewa , telah berkibar bendera PMII. selanjutnya per tanggal 19 februari 2021 pada malam hari, bendera mereka masih terus ada disana, bahkan pada saat kami sedang mempersiapkan semua perlengkapan di lokasi,” ungkapnya.

Pagi hari menjelang pembukaan pihak HMI masih terus berkoordinasi dengan pihak lembaga kampus dalam hal ini Pak Abid agar memberi konfirmasi kepada PMII untuk memindahkan benderanya. Tetapi sampai kami mendapati foto booth dan beberapa dekorasi kegiatan kami telah porak-poranda, belum ada pihak yang datang memindahkan bendera tersebut.

Beberapa jam menjelang acara HMI memasang atribut disekitaran lokasi kegiatan namun beberapa menit berselang puluhan kader PMII secara membabibuta memasuki gedung dan memporak-porandakan kursi, merobek baliho dan merusak dekorasi yang telah disusun secara susah payah.

“Kami yang pada saat itu hanya berjumlah kurang lebih 8 orang dengan beberapa Kohati akhirnya mencoba berbicara apa yang mereka inginkan. Tetapi massa yang datang dengan brutal, bermaksud merusak tak bisa kami redam dan akhirnya melakukan pengroyokan terhadap kader HMI,” tambah M Ridwan.

Sampai pada saat petugas keamanan datang massa sudah tidak bisa lagi dikendalikan. Pihak HMI hanya membela diri, hanya bertahan, sampai kegiatan selesai.

Dalam insiden itu 3 anggota HMI terpaksa harus dilarikan kerumah sakit karena luka dibagian kepala akibat lemparan batu.

(Sumber video diperoleh dari Bakornas LKBHMI)

Lebih lanjut HMI juga memberikan tanggapan terkait atribut yang terpasang dikampus Unasman.

“Seharusnya, kalaupun seandainya kami tidak di izinkan memakai Gedung Aula Unasman, bukan kader PMII yang harusnya melarang kami melainkan pihak kampus dalam hal ini pihak keamanan Kampus jika memang kami melanggar kesepakatan,” kata M.Ridwan.

Polisi harus tangkap pelakunya

Ketua HMI Cabang Polewali Mandar Heri Dahnur Siam menambahkan, “Kami akan menuntut, mendesak Polres Polewali Mandar agar dalam waktu kurang lebih 4×24 jam menangkap para pelaku pengroyokan untuk di proses secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.”

Heri bersama Tim Hukum Aco Andi Salaming menegaskan, meminta kepada Polres Polman untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengungkap siapa dalang atau aktor utama insiden tersebut.

Pihaknya juga meminta kepada pihak kampus Unasman untuk mengklarifklikasi atas inseiden yang terjadi karena kami menduga adanya komunikasi bersayap yang dilakukan oleh humas unasman.

HMI menegaskan siap bertanggung jawab dan mengganti rugi jika terbuktti adanya pengrusakan oleh kader HMI, dengan catatan harus objektif.

Meminta kepada BADKO Sulsebar dan Pengurus Besar (PB HMI) untuk bersikap serta menginstruksikan kepada seluruh pengurus HMI Cabang se Indonesia agar ikut menyuarkaan insiden penyerangan ini.

“Apabila permintaan dan tuntutan ini tidak di indahkan maka akan dilakukan upaya lain yg tidak bertentangan dengan hukum,” tegasnya.(**)

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60